Jarak Maksimal Hotel Jamaah dengan Masjid Nabawi 600 Meter
Ahad , 10 September 2017, 18:44 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo

IHRAM.CO.ID, JEDDAH— PPIH Daker Madinah sudah melakukan persiapan menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua yang akan didorong dari Makkah menuju Madinah lusa, Selasa (12/9).

Pada Selasa (12/9), sebanyak 16 kloter dijadwalkan akan tiba di Madinah yaitu: tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 44 - 46), empat kloter Embarkasi Solo (SOC 48 - 51), empat kloter Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 48 - 51), masing-masing satu kloter dari Embarkasi Batam (BTH 14), Embarkasi Palembang (PLM 09), Jakarta - Pondok Gede (JKG 30), Embarkasi Padang (PDG 14), dan Embarkasi Lombok (LOP 01). 

Kepala PPIH Daker Madinah, Amin Handoyo, mengatakan sebanyak 109 hotel telah disiapkan untuk pemondokan jamaah haji gelombang dua. Kesemua hotel tersebut berada di jarak maksimal 600 meter di Ring Road King Faishal.  

“Jamaah gelombang dua sebanyak 56 flight ditempatkan di bawah (jarak) 600 meter,”kata dia ditemui di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Ahad (10/9) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, dari Jeddah, Arab Saudi.

Dia mengatakan, terkait persiapan layanan transportasi, pihaknya memastikan kualitas bus angkutan dari Makkah ke Madinah sudah ditingkatkan (upgrade). Begitu juga angkutan dari Madinah ke Bandara Internasional Madinah.   

Amin menambahkan, PPIH Daker Madinah juga telah menyiagakan layanan kesehatan. Kantor Kesehatan Haji Indonesia Madinah menyiapkan 54 bed lengkap dengan fasilitas medis lainnya. Selain itu di tiap sektor akan didukung dengan dua dokter spesialis, dua dokter umum, ambulans, dan dua perawat.

Menurut Amin, ada tujuh sektor di Madinah. Lima sektor layanan, satu sektor khusus, dan sektor hijrah. Sektor hijrah pada gelombang pertama beroperasi di Terminan Bir Ali. Sedangkan gelombang dua beroperasi di Terminal Hijrah untuk melakukan registrasi.   

“Kelima sektor ini memiliki layanan kesehatan,”kata dia. Layanan tersebut bersifat penanganan pertama sehingga bila dinyatakan harus dirujuk lebih lanjut, maka akan direkomendasikan ke KKHI atau ke Rumah Sakit Arab Saudi.

Dia mengimbau jamaah untuk tetap menjaga kesehatan selama berada di Madinah. Kendati kondisi cuaca sudah tidak ekstrem, suhu berkisar antara 32 derajat celsius hingga 43 celsius, tetapi tetap harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan diri. Seandainya memang kondisi tidak mampu mengerjakan arbain hendaknya tidak dipaksakan. “Jangan sampai kejar sunah tetapi wajibnya ketinggalan,” kata dia.

 

Redaktur : Nasih Nasrullah