Tahukah Anda di Mana Markas Pendinginan Masjid Nabawi?
Senin , 11 September 2017, 15:27 WIB

Republika/Karta Rahardja
Masjid Nabawi

IHRAM.CO.ID,  Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi adalah salah satu masjid terbesar di dunia. Sebagai kota dengan iklim gurun, tentu butuh upaya keras untuk membuat jamaah betah beribadah lama.

Lantas bagaimana cara menjaga temperatur udara di dalam masjid tetap sejuk sehingga jamaah betah berlama-lama? Dilansir dari Al Arabiya, sebanyak 150 unit pendingin udara disambungkan untuk menyejukkan masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebuah markas pendinginan udara dibangun tujuh kilometer jauhnya dari masjid. Proyek tersebut dibangun saat Raja Malik Fahad memerintah.

Ketua Program Dirasat Islamiyah Ahmad Bin Abdul Jabbar Asy-Sya'i mengatakan pusat pendinginan tersebut sengaja dibangun jauh karena membutuhkan lahan yang luas untuk meletakkan alat-alat yang sangat modern dan canggih. Alasan keamanan juga menjadi pertimbangan.

"Untuk mengalirkan udara dingin sampai ke Nabawi', dibangunlah terowongan bawah tanah yang jaraknya tujuh kilometer. Terowongan ini bahkan bisa dilewati mobil," katanya saat berkunjung ke Kantor Daker Madinah, belum lama ini.

Dalam pusat pendinginan tersebut terdapat enam pendingin udara. Tiap unit mampu menghembuskan 3.400 ton udara dingin per jam. Pendingin udara itu menghasilkan udara dingin bersuhu enam derajat Celsius yang dipompa melalui terowongan menuju ruang bawah tanah masjid.

Manajer proyek senior Masjid Nabawi Fahad Hakim mengatakan, di ruang bawah tanah ini terdapat 150 unit pemroses udara. Di langit-langit masjid tersebar 1.700 pipa yang mengalirkan udara.

Secara rutin pipa-pipa tersebut mengalirkan udara melalui dasar pilar masjid. Jika Anda perhatikan, di bagian bawah tiang masjid terdapat ventilasi yang terbuat dari logam berwarna emas. Dari situlah mengalir udara yang menyejukkan ruangan masjid.

"Kami memiliki 151 unit pendingin udara. Kami menggabungkan udara dengan air dingin sehingga menghasilkan udara dingin yang dipompa melalui bawah pilar," kata Hakim.

Suhu udara dijaga agar tetap berkisar antara 21 hingga 24 derajat Celsius karena suhu itu dianggap cocok untuk semua orang. Sistem pendingin udara di Masjid Nabi ini membantu jamaah fokus pada ibadahnya. Tubuh yang terlindungi dari suhu panas ekstrem menghabiskan waktu lebih banyak untuk beribadah dan iktikaf.



Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Hj Ani Nursalikah