Doa Jamaah Haji: Umat Islam Bersatu
Senin , 11 September 2017, 16:22 WIB

Youtube
Jamaah Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- "Ketika dunia Arab dan Muslim bersatu, kita semua berhasil," kata Tarek Abu Amer kepada Ismaeel Naar, seorang jurnalis, seperti dilansir alarabiya, Senin (11/9). Ismaeel bertanya kepada para jamaah di Arafah apa saja yang mereka minta dalam doa di tahun ini. Mayoritas jamaah memberitahu bahwa mereka meminta agar Umat Muslim bersatu.

“Ketika saya bertanya kepada dua laki-laki Palestina yang berusia 24 dan 28 tahun, apa keinginan pribadi dan doa mereka. Mereka hanya mengulangi yang sama dengan kebanyakan orang yakni kesatuan. Saya terkejut pada jawaban itu, diusia seperti mereka biasanya memikirkan tentang kesuksesan karir dan kebahagiaan,” kata Ismaeel.

Ini pertama kalinya, Ismaeel mengunjungi Makkah karena berprofesi sebagai jurnalis yang bertugas meliput haji. Baginya tidak berlebihan jika ada pernyataan bahwa ziarah haji dianggap sebagai kumpulan orang terbesar di bumi.

Ismaeel menceritakan bahwa bagi beberapa orang perjalanan yang ditempuh untuk berhaji sangatlah berat dan berbahaya. Salah satunya seorang peziarah asal Suriah. Peziarah tersebut harus melewati jalur pemberontak ketika meninggalkan kampung halamannya di Azaz. Kemudian unuk tiba di Makkah harus menempunya dengan berjalan kaki dengan harus menyeberang ke Gaziantep dan terbang ke Jeddah sebelumnya.

Sebuah keluarga Palestina yang pindah ke luar negeri mengungkapkan kemuakannya terhadap Arab karena telah melupakan dan meninggalkan orang-orang Palestina. Kepercayaannya pada Arab Saudi muncul kembali setelah melihat pelayanan haji yang dilakukan kepada seluruh jamaah.

Menurut Ismaeel ketika ia memperhatikan keadaan di Makkah peziarah kaya atau miskin tidak ada yang bisa membedakan. Semua bersatu dalam tujuan mencapai hari arafat. Melakukannya bersama-sama, menapaki kembali langkah-langkah Nabi Muhammad di bukit-bukit Arafah. Di mana beliau memberikan khotbah terakhirnya.

Arafat berfungsi sebagai pengingat bahwa banyak di dunia apalagi Timur Tengah bisa saling berbeda satu sama lain. Tapi pada hari itu, agama menyatukan mereka semua.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol97