Jamaah Diingatkan Waspada Pungli Layanan Bus ke Madinah
Selasa , 12 September 2017, 16:10 WIB

Republika/Nashih Nashrullah
Jamaah haji Indonesia SUB 44 diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah, Selasa (12/9)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH— Sebanyak 16 kelompok terbang (kloter) jamaah haji Indonesia yang berada di Makkah mulai diberangkat ke Madinah secara bertahap hari ini, Selasa (12/9). 

Keberangkatan 447 jamaah haji asal Embarkasi Surabaya yang tergabung dalam Kloter SUB 44 mengawali pemberangkatan jamaah gelombang II ke kota hijrah Rasulullah SAW tersebut. 

Kepala PPIH Daker Makkah Nasrullah Jasam dan segenap jajaran, melakukan pemantauan langsung keberangkatan pertama jamaah Gelombang II tersebut. Di hadapan jamaah haji yang tengah bersiap dalam bus, Nasrullah memberikan sejumlah pengarahan penting. 

Di antara catatan yang mesti diperhatikan jamaah haji Indonesia adalah mewaspadai ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Di antaranya adalah mereka yang melakukan pungutan liar (pungli) biaya transportasi bus dari Makkah menuju Madinah.

“Seluruh biaya bus sudah termasuk kompenen BPIH yang bapak dan ibu bayarkan,” kata dia di Hotel Tharwat Zamzam, Sektor 11, Syisyah Raudhah, Makkah, Selasa (12/9) seperti dilaporkan wartawan Republika.id, Nashih Nashrullah 

Dia mengingatkan pula agar tak membayar pungutan tips liar yang ditarik oleh siapapun. Dalam kesempatan yang sama, Nasrullah meminta jamaah haji mendoakan kelancaran dan kesuksesan para petugas haji. 

Lebih lanjut dia menjelaskan,  

Dia menambahkan seiring keberangkatan SUB 44, mulai hari ini, Daker Makkah akan melepas keberangkatan jemaah dalam dua jalur, yaitu menuju Jeddah dan Madinah. Proses ini akan terus berjalan hingga 20 September 2017. Adapun mulai 21–26 September, pemberangkatan jamaah hanya dari Makkah menuju Madinah. 

Untuk mengantisipasi kepadatan jadwal tersebut, kata dia, pihaknya meminta  seluruh petugas sektor siap 24 jam di sektor masing-masing agar perjalanan jamaah ke Jeddah dan Madinah terlayani. Selama dalam perjalana menuju Madinah, bus yang membawa jamaah akan menjalani satu kali pengecekan dokumen, dan beberapa kali pengecekan mobil. 

“Kalau mobil jamaah biasanya tidak terlalu ketat, karena sudah ada stikernya. “Insya Allah lancar dan tidak ada masalah,” kata dia.  

    

  

 

 

 

Redaktur : Nasih Nasrullah