Belum Jelas Rimbanya, Pencarian Dua Jamaah Diintensifkan
Rabu , 13 September 2017, 16:25 WIB

Republika/Nashih Nashrullah
Jamaah haji Indonesia pulang menuju tenda usai melempar jumrah

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Pencarian dua jamaah haji Indonesia yang belum jelas rimbanya diintensifkan. Daerah penyisiran pun diperluas untuk memastikan keberadaan dua jamaah tersebut. 

Ketua Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH daerah kerja Makkah, Rijal Kani, mengatakan kedua jamaah tersebut masing-masing adalah Attim Arta Otta yang berasal dari Embarkasi Jakarta JKS 56 dan Hadi Sukma Adnasi dari JKG 37.

Menurut Rijal, keduanya memang tidak memiliki riwayat sakit jiwa. Tetapi berbagai kemungkinan bisa saja muncul seperti disorientasi begitu tiba di tanah suci. “Tidak bisa dimungkiri karena jamaah sebanyak itu tidak satu per satu diawasi,” kata dia di Kantor Daker Makkah, Rabu (13/9) seperti dilaporkan wartawan Republika,co.id, Nashih Nashrullah, dari Makkah, Arab Saudi.

Rijal mengatakan hingga berita ini diturunkan, pencarian belum membuahkan hasil. Area penyisiran meliputi rumah sakit, kamar mayat, dan rumah sakit jiwa. Karena itu  pihaknya akan mengintensifkan dan memperluas daerah penyisiran hingga ke Jeddah. 

Ini karena berdasarkan pengalaman, ada jamaah yang sempat dinyatakan ‘hilang’ ternyata berada di Jeddah. Ada pula yang ditemukan di Thaif seperti jamaah yang seorang jamaah asal Embarkasi Solo SOC 10. 

Rijal menungkapkan, di antara faktor mengapa jamaah bisa berpindah dari Makkah ke kota-kota terdekat tersebut adalah karena kurangnya koordinasi dari pengelola rumah sakit. Evakuasi jamaah dari misal Rumah Sakit Mina al-Wadi menuju Rumah Sakit an-Nur lalu dipindah lagi ke Jeddah tanpa pemberitahuan ke PPIH Arab Saudi. 

Mengantisipasi kondisi ini, kata dia, pihaknya telah berkooardinasi dengan melayangkan surat ke Muassasah Asia Tenggara dengan tembusan ke pihak kepolisian Saudi dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah untuk membantu maksimalkan pencarian.  

Rizal menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi secara instens dengan KJRI Jeddah melakukan penyisiran dua jamaah tersebut di area Jeddah. Jika hingga berakhirnya masa tugas PPIH di Makkah, pemerintah melalu KJRI Jeddah akan tetap mengupayakan pencarian seandainya memang kedua jamaah tersebut belum ditemukan. 

Petugas Pelaksana Linjam Daker Makkah, Parno Parlan Kertanadi, mengatakan, kedua jamaah yang hilang tersebut usianya sudah lanjut. Di atas 60 tahun. Untuk Attim, berdasarkan laporan masuk per 17 Agustus lalu, PPIH di Sektor 11 menerima laporan yang bersangkutan hilang sejak 15 Agustus setelah melaksanakan thawaf qudum. Sejak terpisah dari rombongan hingga sekarang belum diketahui kondisinya. 

Parno menjelaskan penyisiran sudah dilakukan seketika itu juga di kawasan Masjid al-Haram hingga ke area pegunungan yang dilakukan oleh Sektor Khusus al-Haram. Sebelum dinyatakan tak jelas rimbanya, kepada sang istri, Attim, pernah mengaku ingin berjalan-jalan ke pegunungan. 

Sementara untuk kasus Hadi, kata dia, laporan diterima Daker Makkah per awal September lalu. Pencarian sudah meliputi rumah sakit dan kamar mayat namun belum berhasil. ”Bahkan kami tanyakan ke warga setempat di Kawasan Arafah, Muzdalifah dan Mina,” kata dia. 

 

Redaktur : Nasih Nasrullah