Menikmati Kuliner Hati Unta di Kawasan Jabal Nur
Rabu , 13 September 2017, 22:14 WIB

Republika/Nashih Nashrullah
Juru masak sedang memasak hati unta

IHRAM.CO.ID, Jika Anda mengunjungi Makkah, entah untuk berhaji atau umrah, jangan lewatkan mencicipi kuliner yang satu ini, ya, hati unta. Unta, sebagian orang mungkin memandang hewan ini sebagai hewan yang lembut dan mengundang rasa belas kasihan hingga tak tega menyantapnya. 

Namun di sebagian kawasan Timur Tengah, unta merupakan salah satu menu favorit yang menjadi santapan lezat. Terutama sebagai hidangan menu sarapan di pagi dan makan siang hari.  

Di Makkah, kuliner hati unta bisa ditemui di sejumlah kawasan. Salah satu di jalan protokol Jabal Nur. Di sepanjang pinggiran jalan ini, setidaknya ada beberapa rumah makan yang menjajakan makanan khas olahan unta. Salah satunya adalah Rumah Makan Abu Fahd. 

Rumah makan ini sederhana, tidak terlalu besar. Ruangan dalam hanya menampung dua meja untuk makan. Sisanya, bila ada yang hendak makan, mereka akan menggelar karpet di teras rumah makan.  

Republika.co.id, berkesempatan mencoba secara langsung kuliner khas Timur Tengah di Rumah Makan Abu Fahd. Ada beberapa menu yang disediakan. Tetapi yang paling banyak diminati di rumah makan ini justru bukan daging, tetapi bagian tubuh dalam unta. 

“Menu andalan di sini adalah hati unta,” kata dia kepada wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, di kawasan Jabal Nur, Makkah, Rabu (13/9). 

Hati unta ini dimasak dengan campuran bawang Bombay, bawang putih, lada, irisin cabe hijau besar, sedikit tomat, dan campuran rempah, bumbu khas ala Timur Tengah. Tekstur hati di gigitan pertama terasa kenyal. Berbeda dengan hati sapi atau kambing. 

Kekenyalan ini mungkin karena hati tersebut dimasak tidak terlalu lama, asal kena panas dan matang. Untuk menikmati olahan hati unta ini, pembeli dikenakan 8 riyal.

Selain hati unta, rumah makan ini juga menjajakan jeroan unta seperti usus dan babat. Jeroan tersebut dioalah juga sama persis dengan olahan hati.

Hanya saja, ada sedikit tambahan kunyit. Harganya lebih murah yaitu 5 riyal. Penikmat kuliner hati unta juga bisa merasakan sensasi mix antara jeroan dan hati unta seharga 6 riyal. 

Jangan bayangkan Anda akan menyantap menu ini dengan nasi. Di warung ini hanya hanya disediakan ‘isy, roti khas Arab.

Atau bisa juga Anda menyatapnya dengan tamis, roti khas Pakistan yang sedikat ada rasa asin dan legit.

Harganya cukup terjangkau untuk ‘isy’ cukup dengan dua riyal, dan terkadang sudah dipaket dengan hati unta tersebut. Sedangkan tamis lebih malah, satu lembarnya diharga 3-5 riyal. 

Rumah Makan Fahd juga menyediakan syurbah, atau semacam bubur nasi tetapi ada kuah kental. Rasa kuah syurbah ini sedikit ada nuansa asam, tetapi tidak dominan. Kaldu dagingnya cukup berasa dengan bumbu kunyit dan bawang putih di dalamnya, tanpa rasa pedas sama sekali.    

Di sebagian kalangan, hati unta memang dipercaya berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit, sekalipun belum ada riset kuat menguatkan anggapan ini. Hati unta konon dipercaya dapat mengatasi penyakit asma dan batuk. Di Makkah, ada juga yang menjual hati unta yang telah dikeringkan sebagai oleh-oleh dan banyak diburu jamaah haji Indonesia.

 

  

 

Redaktur : Nasih Nasrullah