Wisata Sejarah, Museum Dua Masjid Suci Dipadati Jamaah Haji
Sabtu , 16 September 2017, 19:02 WIB

Republika/Nashih Nashrullah
Meseum Dua Masjid Suci

IHRAM.CO.ID, MAKKAH— Museum Dua Masjid Suci, Ma’radh al-Haramain, merupakan satu dari sekian destinasi wisata sejarah yang tak dilewatkan jamaah haji dari berbagai dunia. Tak terkecuali jamaah haji Indonesia. 

Meseum yang terletak di Jalan Umm al-Joud ini, rutenya menuju arah Hudaibiyah, tempat para jamaah haji mengambil miqat tersebut, menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah seputar dua masjid kebanggaan umat Islam, yaitu Masjid al-Haram, Makkah dan Masjid an-Nabawi Madinah. 

Pantauan Republika.co.id, pengunjung seakan diajak kembali ke ratusan tahun lalu. Koleksi terbanyak di museum ini secara umum berasal dari masa Ottoman. Ada juga beberapa benda peninggalan kedua masjid itu dari awal berdirinya Kerajaan Bani Saud. 

Beragam koleksi benda bersejarah di pamerkan di sini. Mulai dari replika lukisan Masjid al-Haram pertama yang terbuat dari dari cat minyak, ada pula potongan bagian atas dari gerbang yang masih utuh dengan ukiran dan ornamennya yang indah, penutup Maqam Ibrahim, dan kuncup menara Masjid al-Haram yang terbuat dari kuningan

Dan yang paling menonjol, begitu pengunjung memasuki museum ini adalah tangga pintu Ka’bah yang terbuat dari kayu terukir indah.

Pintu Ka’bah yang menjulang tinggi dan besar, berukirkan kaligrafi indah juga dipajang. Termasuk koleksi kunci dan gembok jumbo untuk pintu Ka’bah.   

Di museum ini pula, pengunjung akan bisa melihat potongan kiswah atau penutup Ka’bah yang disulam dengan benang bertintakan emas.

Lalu ada pula alat penenun kiswah manual dan traidisional yang konon digunakan untuk membuat kiswah. 

Tak hanya terkait dengan benda-benda khas Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi, museum juga menyimpan kolek sejumlah foto dari manuskrip Alquran kuno dari Abad Pertengahan. 

Ada pula replika dari mushaf tulis tangan yang ditulis pada masa Utsman bin Affan. Ragam replika manuskrip penulisan mushaf Alquran modern pada masa Kerajaan Arab Saudi juga bisa dilihat di sini. Ada juga yang ditulis dengan tinta emas.

Yang tak kalah menarik, pengunjung museum akan menyaksikan hal-hal unik dan bersejarah terkait Sumur Zamzam. Mulai dari gerabah kuno dan kulit kambing utuh satu ekor yang dikosongkan bagian dalamnya difungsikan sebagai penyimpan air. Museum juga memasang replika sumur kuno zamzam yang masih sangat tradisional lengkap dengan alat timbanya. 

Berkunjung ke museum ini, memberikan kesan dan pengalaman tersendiri bagi jamaah haji. Ade Sukarna Prawira misalnya.

Jamaah haji asal Lampung Utara yang tergabung dalam kelompok terbang  JKG 48 ini, mengakui kunjungannya ke museum ini bersama rombongan lainnya menambah wawasan sejarah. 

“Ini membantu memberikan pengetahuan tentang sejarah Makkah masa lalu,” kata dia kepada wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, di Makkah, Sabtu (16/9). 

Dia berharap pemerintah Arab Saudi menambah koleksi benda-benda bersejarah di museum ini dan memperluas bangunan museum. Ini agar lebih banyak lagi koleksi yang bisa dipamerkan. 

Selama berkunnjung ke Museum ini, dia menyaksikan ragam koleksi museum seperti disebutkan di atas. Terutama mesin penenun kiswah, penutup Ka’bah yang masih manual dan tradisional. “Saya puas dan menakjubkan sekali,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai penyuluh pertanian ini.  

   

 

 

Redaktur : Nasih Nasrullah