Jamaah Sakit Tetap Dirawat Meski Musim Haji Berakhir
Jumat , 22 September 2017, 07:39 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Kasubsie Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah Ika Nurfarida Sholeh

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Musim haji 1438H/2017 sudah mendekati akhir. Proses pemulangan jamaah gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah selesai hari ini.

Hal itu sekaligus menandai dimulainya pemulangan jamaah haji gelomang kedua melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Fase ini akan berlangsung dari 26 September sampai 5 Oktober mendatang.

Namun demikian, sejumlah jamaah saat ini masih menjalani perawatan, baik di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Beberapa, di antaranya diperkirakan masih akan menjalani perawatan dalam jangka waktu panjang.

Kepala Subsie Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Dokter Ika Nurfarida Sholeh memastikan, bahwa jamaah yang sakit akan tetap dirawat di RSAS meski musim haji berakhir. Menurutnya, tim dari unsur Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan akan terus melakukan visitasi sampai jemaah yang bersangkutan pulih.

Hal ini disampaikan Ika usai memimpin rapat persiapan kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di KKHI Daker Madinah. Menurutnya, jamaah sakit boleh diterbangkan pulang ke Tanah Air jika dinilai sudah layak terbang.

Namun, jika kondisi pasien sampai akhir musim haji tidak layak terbang, maka akan tetap dirawat di Arab Saudi. “Sampai kondisinya layak terbang,” ungkap Ika di Madinah, Rabu (20/09).

Disinggung tentang batas waktu, Ika menjelaskan bahwa tidak ada batasnya. Satu-satunya indikator adalah kondisi jamaah sakit itu sendiri. Kelayakan terbang akan dibuktikan oleh surat dokter dari RSAS.

“Jadi, kita tunggu sampai ada surat dari dokter RSAS yang akan menerangkan bahwa pasien tersebut layak terbang,” tuturnya.

Ika memastikan tim dari unsur Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan akan terus melakukan visitasi. “Termasuk mengoordinasi kepulangan jamaah dengan pihak haji Indonesia, juga embarkasi yang mengirimnya,” tandas Ika.

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : kemenag.go.id