Jamaah Haji Kloter I Debarkasi Lombok Tiba
Jumat , 22 September 2017, 16:31 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Jamaah haji tertua Indonesia Baiq Mariah (104 tahun) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat disambut meriah saat tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu malam (26/8).

IHRAM.CO.ID,  MATARAM -- Asrama Haji Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (22/9) siang, tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan kendaraan pribadi, hingga mobil dengan bak terbuka menyemut di sekitar area asrama haji yang berada di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, NTB.

Siang ini menjadi hari yang berbahagia bagi para jamaah haji asal NTB maupun keluarga yang sudah menunggu. Sekitar pukul 11.25 WITA, jamaah haji debarkasi Lombok kelompok terbang (kloter) pertama mendarat di Bandara Internasional Lombok untuk kemudian diberangkatkan menuju Asrama Haji NTB. Prosesi penyambutan ibadah haji di NTB untuk musim haji 2017 memang agak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Nasaruddin mengatakan, untuk tahun ini penjemputan jamaah haji dari seluruh NTB dipusatkan di Asrama Haji NTB, tidak lagi di kabupaten/kota.

"Pertimbangan ini diambil karena kondisi jamaah agar tidak terlalu lelah. Setelah tiba di Asrama Haji NTB, para keluarga bisa langsung menjemput jamaah haji dan pulang ke rumah masing-masing," ujar Nasarudin di Asrama Haji NTB, Jumat (22/9).

Kepala Kemenag Kota Mataram Burhanul Islam mengatakan, Kloter Pertama Debarkasi Lombok berasal dari Mataram. Dari 449 jamaah yang berangkat dalam Kloter I ini, hampir seluruhnya kembali pada hari ini. "Alhamdulillah yang kembali 448 jamaah, sedangkan satu jamaah lain masih berada di RS di Arab Saudi," kata dia.

Burhanudin menjelaskan, jamaah yang masih di rumah sakit belum diketahui jelas penyakitnya. Namun, diupayakan agar bisa dipulangkan pada kloter-kloter berikutnya. Burhanudin menambahkan, jamaah haji kloter I tidak ada yang meninggal dunia. "Alhamdulillah tidak ada yang meninggal, namun dari kloter satu yang baru tiba ada sembilan jamaah yang sakit," lanjut dia.

Sembilan jamaah yang tiba dalam kondisi kurang sehat langsung dilarikan ke pusat kesehatan yang ada di asrama haji. Burhanudin menyampaikan, mayoritas jamaah yang pulang dalam kondisi sakit berasal dari jamaah dengan risiko tinggi karena faktor usia.

Redaktur : Endro Yuwanto
Reporter : M Nursyamsyi