Jamaah Haji Perlu Diedukasi Soal Gelang GPS
Jumat , 06 October 2017, 17:48 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Petugas haji memeriksa gelang jamaah untuk mengecek kloternya jamaah di sektor khusus di Pintu 21 Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Sabtu (5/8).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sejak 2016, Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan gelang GPS untuk jamaah haji. Namun, Komisi VIII DPR RI menyarankan agar jamaah diberi edukasi dan diklat terlebih dahulu soal penggunaan gelang GPS itu.

"Gelang haji ini kemarin kata Menteri Agama sudah ada GPS. Gelang ini hanya untuk yang jamaah yang memiliki risiko tinggi dan lansia saja," tutur Anggota Komisi VIII DPR RI, Sodiq Mujahid saat dihubungi Republika, Jumat (6/10).

Keberadaan gelang GPS bukan soal distribusinya saja tetapi juga perlunya edukasi tentang penggunaan serta sistem monitoringnya. Ia masih ragu gelang tersebut efektif digunakan para jamaah.

"Apakah jamaah memahami fungsi gelang tersebut? Perlu evaluasi dan peningkatan efektifitas penggunaannya," papar anggota Partai Gerindra itu.

Ia juga beranggapan gelang GPS perlu diberikan pada jamaah lainnya, tak hanya jamaah yang memiliki risiko tinggi dan lansia. Apalagi pemerintah Arab Saudi mewajibkan jamaah haji dari seluruh dunia sejak musim haji 1437 H, untuk mengenakan gelang identitas elektronik sebagai alasan keamanan. Gelang elektronik berwarna putih tersebut baru diperkenalkan pada 2016 oleh Pemerintah Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, menjelaskan gelang tersebut memiliki sejumlah keistimewaan antara lain dapat mempercepat identifikasi jamaah haji, identitas jamaah dapat dibaca dan diakses pihak berwenang secara elektronik, serta meningkatkan kinerja pelayanan.

Gelang itu berisi informasi pribadi dan kesehatan jamaah yang dapat mempercepat pelayanan terhadap jamaah. Gelang yang antiair itu juga terhubung dengan GPS sehingga mempermudah pelacakan jamaah tersesat.

Redaktur : Esthi Maharani
Reporter : Rahmat Fajar
BERITA TERKAIT