Muslim Holiday Galakkan Wisata Muslim Nusantara dan Dunia
Kamis , 12 Oktober 2017, 09:03 WIB

Irwan Kelana/Republika
Peluncuran Muslim Holiday Konsorsium dihadiri antara lain Chairman IITCF Priyadi Abadi, Direktur Hajj People Indonesia Bambang Hamid dan Direktur Marketing Republika Media Mandiri Ronggo Sadono.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) meluncurkan Muslim Holiday Konsorsium di ajang Islamic Tourism Expo yang digelar di Kota Kasablanka Jakarta, Rabu (11/10).

Peluncuran Muslim Holiday Konsorsium dilakukan oleh Chairman IITCF Priyadi Abadi. Ia didampingi sejumlah tokoh antara lain Direktur Hajj People Indonesia Bambang Hamid dan Direktur Marketing PT Republika Media Mandiri Ronggo Sadono. Acara tersebut dihadiri sekitar 100 travel Muslim/ travel haji umrah dari berbagai kota.

Priyadi mengatakan latar belakang diluncurkannya Muslim Holiday Konsorsium berawal dari keprihatinan karena masih minimnya travel Muslim yang menggarap pasar wisata Muslim. “Mayoritas travel Muslim yang ada masih bermain di zona aman, yakni menggarap pasar haji dan umrah. Masih sangat sedikit, kurang dari 20 persen, yang menggarap pasar wisata Muslim. Akibatnya, pasar wisata Muslim yang prospektif dan potensial ini masih dipegang oleh travel umun,” ujarnya.

Paling tidak, kata dia, ada dua pekerjaan rumah (PR). Pertama, mengubah mind set masyarakat Muslim bahwa travel Muslim hanya bisa menggarap umrah dan haji saja.  Kedua, masalah sumber daya manusia (SDM) yang trampil dalam menjual wisata Muslim.

IITCF  sangat concern pada edukasi, berbagi dan bersinergi antarsesama travel Muslim, khususnya dalam menggarap wisata Muslim.  “Muslim Holiday Konsorsium membuat paket-paket tour Muslim dan produk tersebut dijual secara bersama, sehingga lebih efisien dan dapat saling membesarkan travel-travel Muslim yang tergabung dalam konsorsium tersebut,” paparnya.

Tentu saja, untuk bergabung dalam konsorsium tersebut, ada aturan main atau komitmen bersama yang harus dipatuhi. “Salah satu yang terpenting adalah harga jual harus sama, Tidak boleh ada yang menjual lebih murah atau lebih mahal dari harga yang sudah ditetapkan oleh konsorium. Intinya, semua travel Muslim yang bergabung dalam Muslim Holiday Konsorium harus amanah,” tegas Priyadi.

Ketua Muslim Holiday Konsorsium Ismanto mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah Muslim Holiday Konsorsium diluncurkan. “Kami segera memasarkan paket-paket wisata Muslim. Baik inbound (Nusantara) maupun outbound (internasional atau dunia). Saat ini kami sudah menyiapkan 20 paket wisata Muslim,” kata Ismanto.

Terkait dengan PR kedua, yakni SDM, Priyadi mengatakan IITCF secara rutin mengadakan pelatihan wisata Muslim (edutrip) di dalam maupun luar negeri. Edutrip tersebut diikuti oleh para pemilik travel Muslim, tour leader maupun tour planner. “Kami sudah beberapa kali mengadakan edutrip ke Eropa Barat, Taiwan, Turki, Korea, Thailand dan Garut. Edutrip tersebut akan terus kami gelar secara rutin beberapa kali dalam setahun,” ujarnya.

Priyadi mengemukakan, peluncuran Muslim Holiday Konsorsium itu dihadiri beberapa jaringan kerja (network)  IITCF, antara lain Sors Turki, Global Bridge Korea, China Impression Beijing, Gassan Diamond Amsterdam, Dubai Tours, asuransi perjalanan Assist Card, Amoures Land Operator, serta Lintas Cakrawala & Lintas Baitullah Visa provider.

"Mereka hadir saling memberikan presentasi dan tentunya informasi yang diberikan sangat berguna bagi para hadirin dalam rangka  membuka wawasan dan skill terkait ibadah haji, umrah dan wisata Muslim," tutur Priyadi Abadi.


Islamic Tourism Expo

Islamic Tourism Expo diadakan oleh Hajj People Indonesia. Pameran yang digelar oleh Hajj People Indonesia tersebut dibuka Selasa (10/10) dan  berlangsung hingga  Kamis (12/10).

Direktur Hajj People Indonesia Bambang Hamid mengemukakan,  Islamic Tourism Expo  dihadiri 20 travel agent umrah haji dan wisata muslim terpercaya,  60 perusahaan hotel, transportasi, catering dan tour operator dari berbagai negara, empat maskapai terbaik,  dan tiga  bank syariah. “Juga turut hadir lima  kedutaan dan tourism board negara-negara sahabat,” ujarnya.
 
Islamic Tourism Expo juga  menghadirkan koleksi Alquran Terbesar, Terkecil, Terindah dan mushaf-mushaf Alquran kuno dari berbagai daerah di Nusantara dan Timur Tengah, serta koleksi seni kaligrafi. “Kami menargetkan Islamic Tourism Expo akan dihadiri minimal 20 ribu pengunjung dalam tiga hari pameran,” ujar  Bambang.

Selama pameran berlangsung, panitia  menyediakan hadiah menarik untuk para pengunjung umum maupun travel agent. Ada hadiah umrah setiap hari, sepeda motor dan grand prize sebuah mobil. “Pameran ini terbuka untuk umum, dan tidak dipungut bayaran alias gratis,” ungkap Bambang yang sudah berpengalaman 13 kali menggelar pameran sejenis.

Redaktur : Irwan Kelana
BERITA TERKAIT