Pengamat: Tak Wajar Biaya Visa Umrah Naik Dua Kali Lipat
Jumat , 13 Oktober 2017, 04:26 WIB

Republika/Maman Sudiaman
Layanan pembuatan visa umrah di Graha Himpuh,Jakarta Selatan.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan biaya administrasi visa perjalanan umrah yang diperkirakan akan naik dua kali lipat menjadi 30 dolar AS dinilai tidak wajar.

Pengamat haji Indonesia Ade Marfuddin menilai, tidak benar jika Arab Saudi mencari devisa negara melalui biaya administrasi visa. Sebab, kedatangan jamaah umrah maupun haji setiap tahunnya akan mendorong perputaran ekonomi di negara tersebut, mulai dari tiket perjalanan, akomodasi, makanan hingga cenderamata.

"Tidak wajar kalau harus bayar. Mohon dipertimbangkan, jangan biaya administrasi visa sampai 30 dolar. Karena mereka datang kesana akan bawa uang, ada perputaran ekonomi," ujar Ade Marfuddin kepada Republika.co.id, Kamis (12/10).

Untuk itu, kata Ade, seharusnya jamaah umrah tidak perlu dikenakan biaya visa, apalagi sampai terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pengurusan visa umrah merupakan satu paket dengan biaya tiket dan akomodasi perjalanan umrah, sehingga dalam hal ini yang terkena dampaknya secara langsung adalah travel-travel umrah.

Selama ini pengurusan visa umrah dilakukan oleh provider visa yang merupakan perusahaan swasta. Berbagai proses administrasi yang dikenakan oleh Kedutaan Besar memerlukan biaya, sehingga provider harus dapat menyediakan dana yang dibutuhkan. Dalam hal ini pemerintah, asosiasi penyelenggara umrah serta provider visa harus dapat melakukan negosiasi yang baik untuk dapat menurunkan biaya visa umrah ini.

"Yang harus dilakukan oleh pemerintah dan asosiasi adalah negosiasi dengan kedutaan. Berapa sebenarnya biayanya. Kan sekarang ada provider visa, provider itu nanti yang melakukan nego berapa biaya administrasinya," jelasnya.

Jika memang terjadi peningkatan, lanjut Ade, maka seharusnya tidak sebesar itu. Apalagi kalau dinilai mempengaruhi keuntungan bisnis travel, biaya ini bisa dibebankan kepada paket-paket umrah.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh) Muharom Ahmad mengaku pihaknya belum mengetahui dengan pasti dampak kenaikan biaya administrasi visa umrah terhadap bisnis travel umrah.

"Kita belum analisis, baru akan dibahas di rapat kerja di bulan depan bagaimana mekanismenya dan implikasinya ke bisnis umrah," kata Muharom.

Data menyatakan pada awal tahun 2000-an biaya pengurusan visa umrah gratis. Namun kemudian berbayar. Pada tahun 2016 ada biaya tambahan pengurusan visa sampai 15 dolar AS. Dan kini, pada tahun musim umrah pada tahun 2017-2018, biaya tambahan pengurusan visa naik dua lipat, menjadi 30 dolar AS per visa umrah.


Redaktur : Hazliansyah
Reporter : Idealisa Masyrafina
BERITA TERKAIT