Bupati Berharap Bandara Soedirman Bisa Angkut Jamaah Haji
Selasa , 17 October 2017, 07:20 WIB

Dok Patuna Travel
Salah satu rombongan jamaah haji khusus asal Indonesia.

IHRAM.CO.ID, PURBALINGGA -- Pembangunan Landasan Udara (Lanud) Soedirman menjadi bandara komersial, diharapkan bukan hanya melayani warga sipil yang hendak berpergian melainkan juga bisa melayani perjalanan jamaah haji asal Purbalingga dan sekitarnya, menuju bandara embarkasi di Boyolali atau sebaliknya.

''Kami dari jajaran Pemkab Purbalingga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan ibadah haji. Bahkan kami punya mimpi, saat bandara sudah beroperasi, jamaah haji asal Purbalingga tak perlu lagi menggunakan bus untuk menuju embarkasi Donohudan. Tapi bisa menggunakan pesawat terbang,'' jelas Bupati Tasdi, SH, saat menerima jamaah haji Purbalingga di pendopo Setda Purbalingga, Senin (16/10).

Bahkan dia berharap, suatu saat Bandara Soedirman bisa menjadi bandara embarkasi bagi jemaah haji dari kabupaten-kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian Barat. Dengan demikian, jemaah haji dari wilayah ini tidak perlu harus menempuh perjalanan jauh hingga ke Boyolali.

Terkait pengembangan sarana bagi umat Islam, Bupati juga menyatakan Pemkab Purbalingga akan membangun Purbalingga Islamic Centre (PIC) seluas 5 hektar dengan rencana biaya Rp 77 miliar. ''Tahun ini, pembangunanya PIC sudah dimulai dengan anggaran Rp 15 miliar untuk pembuatan pondasi dan penataan lokasi,'' jelasnya.

Dia menyebutkan, bila kelak selesai dibangun, PIC Purbalingga akan menjadi yang termegah di Jateng. Bahkan kegiatan manasik haji dan umroh, kegiatan dakwah syiar Islam, Ramadhan Fair, termasuk pemberangkatan dan penerimaan jamaah haji, bisa dilakukan di PIC.

Dalam acara tersebut, Bupati menerima kedatangan kembali jemaah haji Purbalingga, dan menjadi anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Purbalingga. Kepala Bagian Kesra Setda Purbalingga, Priyo Satmoko, dalam laporannya menyebutkan jumlah jamaah haji asal Purbalingga yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2017 ini ada sebanyak 813 orang. Jemaah sebanyak itu terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), ditambah satu kloter sapu jagad.

''Dari jumlah itu, jamaah haji asal Purbalingga yang meninggal di Tanah Suci ada lima orang dan gagal berangkat satu orang. Saat ini, masih ada satu orang masih dirawat di RS di Jeddah atas nama RH Sucipto. Namun informasi terakhir, yang bersangkutan saat ini sudah sehat dan siap dipulangkan,'' jelas Priyo.

Redaktur : Esthi Maharani
Reporter : Eko Widiyatno
BERITA TERKAIT