Belajar Kitab
Pesan Agung di Balik Ritual Haji
Selasa , 14 November 2017, 22:45 WIB

Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ali Syariati dalam kitabnya Al-Faridhah al-Khamisah mencoba menuangkan pemikiran dan refleksi manasik haji dengan bahasan yang mendalam setelah sang penulis melaksanakan tiga kali umrah dan sekali berhaji. Karya ini diakui banyak kalangan sebagai buku terbaik yang membahas masalah-masalah haji.

Tampak jelas dalam bahasan di atas bahwa Syariati ingin mendudukkan masalah haji ini dari perspektif tauhid. Ia tidak mengungkapkan pembahasannya dari sisi hukum atau fikih.

Namun, kitab ini tak bisa dikategorikan sebagai inovasi manasik haji. Sebab, tuntunan haji merupakan ketetapan syariah yang tak boleh dibongkar pasang berdasarkan keinginan pribadi.

Satu hal lagi yang menjadi keprihatinan Ali Syariati yang dituangkannya dalam kitab ini adalah banyaknya hal penting yang terlupakan, bahkan terabaikan, termasuk oleh pemegang kebijakan. Dalam hal ini, bisa ulama ataupun pemerintah sebagai penyelenggara haji, termasuk orang-orang yang berhaji.

Mengapa demikian? Itu karena ibadah haji yang merupakan puncak dari rukun Islam hanya dilaksanakan apa adanya tanpa memahami makna terdalam dari setiap prosesi haji yang dilaksanakan.

Syariati juga menekankan bahwa pelaksanaan ibadah haji seharusnya menjadi kesempatan bagi setiap jamaah untuk meningkatkan kualitas keimanannya. Sebab, itulah tujuan dari pelaksanaan ibadah haji, yakni menggapai haji mabrur.

Bila ibadah haji berhasil dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan syarat dan rukunnya, niscaya dirinya akan menjadi seorang Muslim yang baik, patuh, dan taat dalam menjalankan ibadah. Di sinilah, tegas Syariati, pentingnya seorang Muslim memahami dan mengambil manfaat dari manasik haji.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Nashih Nasrullah
BERITA TERKAIT