Ustaz Enha: Maknai Umrah Seperti Perjalanan Hidup
Jumat , 17 November 2017, 01:56 WIB

Angga Indrawan/Republika
Ustaz Nurul Huda

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Ustaz Nurul Huda atau yang akrab disapa Ayah Enha mengisi tausiyah rombongan jamaah umrah apresiasi pegawai Bank Syariah Mandiri, Kamis (16/11). Dalam pesan umrahnya, Ustaz Enha mengajak para jemaah menapak tilas dari waktu ke waktu proses perjalanan umrah.

Umrah, kata Ustaz Enha, punya makna mendalam jika bisa diresapi oleh manusia. Menurutnya, perjalanan umrah bak refleksi di tiap waktu perjalanan hidup manusia.
 
Misalnya ketika kita Miqat, saat kita mengawali segala rangkaian ibadah umrah, kata Motivator Keluarga Indonesia itu, merupakan titik keberangkatan di mana manusia berniat dengan penuh optimisme.
 
"Kita tidak pernah tahu apa yang akan diperbuat Allah oleh diri kita. Tapi kita khusnuzon. Allah kasih yg terbaik," ujar Ayah Enha kepada rombongan jemaah umrah melalui Sahara Kafila tersebut.
 
Umrah, kata Ustaz Enha, juga mengajarkan kita untuk mencontoh kepribadian mulia nabi Muhammad SAW. Salah satunya yakni kesucian hati yang dimilik nabi Muhammad SAW. Teladan itu, kata ustaz Enha, pernah dikisahkan ketika nabi menggendong seorang bayi, dan bayi tersebut mengencingi baju sang nabi.
 
"Nabi justru mengingatkan kepada sang ibu yang tiba-tiba menarik sang anak. Nabi berkata, bajuku kotor bisa dibersihkan, tapi jiwa anak ini tentu bersedih kau renggut dari gendonganku," kata Ustaz Enha. 
 
Kisah itu, kata penulis buku 'Gusti Mboten Sare' itu mengajarkan kepada umat manusia untuk saling mengerti perasaan saudara, layaknya yang diajarkan nabi pun kepada seorang anak kecil. Teladan yang bisa diresapi oleh umat muslim dari Nabi Muhammad, kata ustaz Enha, juga merupakan sifat penolong dan menjadi sosok yang mampu menghadirkan cinta tanpa syarat.
 
Ayah Enha menambahkan, hidup juga seperti aktivitas umrah ketika berthawaf, pun seperti hidup manusia yakni berputar terus, berulang dari hari ke hari. 
 
"Dari hari ke hari, kita melakukan hal yang sama, namun kapan kita dapat mengambil makna itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, thawaf mengajarkan hikmah itu, hidup yang terus berputar harus menjadikan diri pribadi yang lebih baik," tegas Ustaz Enha.
 
Redaktur : Angga Indrawan
BERITA TERKAIT