Saudi Berharap Perusahaan Pengelola Umrah Bertambah
Ahad , 19 November 2017, 18:55 WIB

Dok Al Bilad
Rombongan jamaah umrah perdana Al Bilad Tour musim umrah 2017/2018 (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Ketua Komite Nasional Haji dan Umrah Marwan Shaaban berharap, jumlah perusahaan umrah dapat meningkat dari 48 menjadi 700. Sehingga, target mendatangkan jamaah haji dan umrah hingga 30 juta orang pada 2030, dapat terpenuhi.

"Perusahaan Umrah baru bisa mendapatkan keuntungan dari pengalaman sebelumnya, profesi mengelola haji dan umrah sangat sulit, meski kelihatannya mudah,"  kata dia dilansir dari Arabnews.com. Ini merupakan sebuah investasi terbaik namun tetap memperhatikan keamanan, politik, sosial dan budaya.

Osama Filali, anggota Komite Nasional untuk haji dan umrah mengatakan, ada 180 perusahaan umrah 18 tahun yang lalu, namun jumlahnya kemudian berkurang menjadi 48 perusahaan. "Terdapat kesalahan dalam sistem di masa lalu dan beberapa perusahaan ditangguhkan, yang menyebabkan kemunduran pada industri Umrah," ujarnya.
 
Namun, dia mengatakan, program umrah yang baru, 70 persen berbeda dari yang sebelumnya. Karena, program ini sebelumnya bergantung pada agen untuk membeli akomodasi hotel dan transportasi kontrak.

"Musim lalu, jumlah jamaah umrah mencapai 1,6 juta, dan sesuai target National Transformation Program (NTP) 2020 kita harus mencapai 15 juta jamaah dan harus mencapai 30 juta jamaah pada 2030," katanya.

Filali mengatakan, ada beberapa spesifikasi khusus untuk pemilihan perusahaan umrah asing, termasuk pilihan pemasaran yang tepat, mempelajari pasar global dan menghadiri pameran eksternal di sejumlah negara.

Hassan Qadi, wakil ketua Komite Nasional Umrah, mengatakan, saat ini ada 48 perusahaan yang berpengalaman. "Jumlah perusahaan umrah diperkirakan akan meningkat menjadi 700 setelah mereka mendapatkan persetujuan awal dan lisensi akhir yang diperlukan," katanya.

Qadi menyoroti pentingnya memilih agen eksternal yang tepat dan diwakili oleh perusahaan wisata terakreditasi dan berlisensi yang terdaftar di International Air Transport Association (IATA). "Agen harus dikontrak dari awal musim untuk menghindari penyimpangan dan kelayakan untuk bekerja dengan Kementerian Haji dan Umrah harus diverifikasi."

"Juga, harus ada jaminan bank dari agen di 200 negara dalam kontrak terpadu oleh Komite Nasional untuk haji dan umrah," katanya.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
BERITA TERKAIT