Musim ini Jamaah Umrah Asal Indonesia Bisa Mencapai 1 Juta
Senin , 20 November 2017, 02:07 WIB

Khalil Hamra/AP
Jamaah bertawaf di sekeliling Ka'bah, Senin (28/8)

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Sekitar satu juta orang Indonesia diperkirakan akan melaksanakan umrah ke Makkah selama musim Umrah saat ini. Pegawai penanganan dasar Global Linsan Mandiri Services di bandara Jakarta Sindi Putri mengatakan perusahaannya melayani 30 ribu jamaah Umrah musim ini.

Dilansir dari Saudi Gazette, Sabtu (18/11) Putri mengatakan, mereka membantu peziarah menyelesaikan proses imigrasi. Mereka bekerja sama dengan berbagai agen perjalanan untuk memastikan umrah berjalan lancar.

Menurut Konsulat Jendral RI di Jeddah, jumlah jamaah Umrah tahun ini diperkirakan bisa menembus 1 juta. Pejabat di konsulat mengatakan, agen perjalanan memberi tahu jamaah tentang ritual dan tindakan dan larangan di Arab Saudi sebelum keberangkatan mereka.

Salamet Subendi termasuk di antara sekelompok jamaah umrah. Pria berusia 50 tahun asal Jawa Barat itu melakukan umrah untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

Dia mengatakan, telah mendaftar untuk perjalanan sembilan hari di bulan Maret, namun mendapat kesempatan pada bulan November. Meski demikian, dia mengaku puas dengan layanan yang diberikan. "Biaya rata-rata untuk perjalanan umrah adalah SR 8.300," kata Subendi.

Pihak berwenang telah menetapkan biaya minimum SR 6.300 untuk perjalanan Umrah untuk memerangi pasar gelap, yang membutuhkan uang dari jamaah setidaknya setahun di depan setelah menarik mereka dengan tawaran harga yang sangat rendah.

Harie Madhona, pemilik PT Bina Insani Madinah untuk layanan haji dan umroh di Sumatera, mengatakan, kelompoknya telah menjalankan perjalanan umrah selama empat tahun. Ia memulai perusahaan berdasarkan pengalamannya sendiri saat melakukan haji dan umrah.

Madhona menganggap, ibadah haji dan umrah di Sumatera membutuhkan peningkatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan informasi dari orang Indonesia yang ia temui di Arab Saudi.

Perusahaannya sekarang bekerja sama dengan berbagai perusahaan dan instansi pemerintah untuk mengatur perjalanan umrah. Dia mengatur hingga enam perjalanan masing-masing keberangkatan sebanyak 45 orang setiap tahunnya.

Ketika ditanya tentang tindakan yang mereka harapkan dari pemerintah Saudi untuk perjalanan umrah, Madhona berkata, pihaknya memerlukan kebijakan visa yang jelas dan adil. Kebijakan visa sering berubah tiba-tiba tanpa memberi tahu kami. Dia juga meminta, pemerintah Saudi untuk mempertimbangkan kembali biaya yang dikenakan pada orang-orang yang melakukan perjalanan umrah lebih dari satu kali.

Kumar, mantan pejabat pemerintah dan anggota perusahaan Islam Indonesia Al-Mohamadiya di Jawa Tengah, merupakan pemilik lain dari kelompok tour umrah Indonesia. Tahun ini Kumar akan datang bersama tujuh anggota keluarganya untuk melakukan umrah. Mereka menemani sekelompok 70 peziarah.

Kumar mengatakan, dia mengunjungi Arab Saudi 27 kali, tapi memulai operasi umrah baru lima tahun yang lalu. Untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada jamaah dari Jawa Tengah dengan harga bersaing, dia memasang tarif yang dimulai dari SR 6,900 per jamaah.

Lima perusahaan penerbangan, termasuk maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, mengangkut jemaah haji dari Arab Saudi ke Arab Saudi.

Muhammad Luthfi, general manager Garuda Indonesia di Arab Saudi, mengatakan, maskapai ini mengoperasikan 33 penerbangan pekanan ke Jeddah dari sembilan destinasi berbeda di Indonesia. Garuda mengoperasikan delapan penerbangan sepekan ke Madinah, satu dari Surabaya dan sisanya dari Jakarta.

Sebagian besar lalu lintas udara antara Arab Saudi dan Indonesia adalah jamaah umrah. Luthfi mengatakan, mereka ingin mendorong orang Saudi untuk menggunakan maskapai ini, yang menawarkan harga yang kompetitif ke berbagai tujuan.

Luthfi mengatakan, maskapai tersebut menyajikan makanan halal di kapal dan awak kabin mengenakan seragam dengan sentuhan Timur Tengah. "Di kawasan Teluk Timur Tengah, kami hanya beroperasi di Jeddah dan Madinah," katanya.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
BERITA TERKAIT