Wisata Budaya Saudi Bersaing dalam Penetapan Aset UNESCO
Senin , 04 Desember 2017, 05:03 WIB

Sauditourism.sa/ca
Kawasan Thaif, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, DUBAI -- Kerajaan Arab Saudi berpeluang memasukkan sejumlah wisata budaya dalam kategori aset warisan tak berwujud di PBB. Organisasi pendidikan, sains, dan budaya PBB (UNESCO) berencana menggelar pertemuan di Korea Selatan mempertimbangkan pengajuan dari negara-negara anggota untuk memasukkan daftar kegiatan budayanya sebagai aset warisan budaya tak benda kemanusiaan.

DIlansir dari Arab News, dari sejumlah konten yang dipertimbangkan, masuk nama seni lukis interior Arab Saudi, Al-Qatt Al-Asin. Seni yang secara tradisional dilakukan oleh wanita di Kerajaan, dianggap sebagai metode mempromosikan solidaritas perempuan.

Komite UNESCO menggelar pertemuan itu setahun sekali menetapkan daftar aset yang butuh perlindungan, seperti, seni pembuatan pizza Italia, bermain pipa Irlandia, dan pembuatan dolma (pohon anggur) Azerbaijan.

Penetapan UNESCO bertujuan meningkatkan visibilitas tradisi dan pengetahuan masyarakat, tanpa mengakui standar keunggulan dan eksklusivitas. Daftar-daftar itu diajukan masing-masing negara pada 2003. Tujuannya, meningkatkan kesadaran upaya pelestarian. Pun UNESCO tak jarang memberi dukungan finansial dan teknis dalam pelestarian kegiatan budaya.

Saudi menetapkan wisata budaya sebagai bagian strategi mewujudkan Visi Saudi 2030, yakni mengurangi ketergantungan Kerajaan terhadap minyak.

Kerajaan Saudi adalah pemimpin dunia di sektor wisata Islam dengan penghasilan 12 miliar dolar AS dari 10 juta peziarah haji dan umrah tahun ini. Pemerintah Saudi berharap jumlah jamaah haji meningkat menjadi 20 juta pada 2020 dan 30 ribu jamaah umrah pada 2030.

Arab Saudi meyakini program ekspansi ekonomi mendorong peziarah menghabiskan lebih banyak uang di museum, resor, dan tempat bersejarah negara itu.

Arab Saudi memiliki beberapa Situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk kota bersejarah Jeddah dan situs arkeologi gurun Mada'in Saleh. Kerajaan berencana membuka wisata budaya dan Islam bagi turis mancanegara dan domestik.

The Red Sea Resort di pantai barat negara itu diharapkan menarik banyak pengunjung kelas atas. Kerajaan tengah merencanakan kunjungan bebas ke pulau dan taman hiburan lainnya.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Reporter : umi nur fadhilah