Takut Dikuasai Asing, Arab Saudi Nasionalisasi Industri Penjualan Emas
Senin , 04 December 2017, 07:16 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Jamaah haji Indonesia memilih perhiasan emas di toko emas yang berada di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.

 

IHRAM.CO.ID, RIYADH - Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Arab Saudi mulai mengupayakan kembalinya pekerjaan bagi warga negaranya. Hal ini antara lain mengembalikan lagi keterlibatan warga Saudi di bidang industri emas dan perhiasan yang selama 16 tahun tidak bisa mereka lakukan.

Kementerian tersebut bekerja sama dengan kementerian dalam negeri, daerah dan pedesaan serta perdagangan dan investasi untuk memberlakukan keputusan tersebut.

Seperti dilansir Saudigazette.com, pihak kementerian tersebut menyatakan sekitar 30.000 orang, yang sebagian besar merupakan pekerja asing, bekerja di 6.000 toko emas di berbagai wilayah Arab Saudi.

Meski begitu,  pelarangan warga asing bekerja di bidang tersebut kementerian tidak dikenakan atau dikecualikan bila ada diantaranya menikahi wanita Saudi  atau memiliki anak dari wanita Saudi.

Kementerian ini berharap bahwa nasionalisasi atau ’Saudisasi industri ini’ akan membantu memerangi adanya ‘tasattur’, yakni adanya orang asing yang menjalankan bisnis atas nama warga Saudi, dengan komposisi saham sebesar 40 persen.
Pasar emas dan perhiasan memiliki nilai investasi senilai 14 miliar Real Saudi.  Dan pasar emas Saudi adalah salah satu yang terbesar di dunia dan terbesar di dunia Arab.

Adanya peraturan ini, maka industri di sektor ini ini diharapkan dapat menyediakan 5.000 lapangan kerja untuk orang Saudi saat program nasionalisasi sepenuhnya dilaksanakan.

Redaktur : Muhammad Subarkah