Imigrasi Galakkan Pengurusan Paspor Online
Rabu , 06 December 2017, 07:35 WIB

Republika/Edwin Dwi Putranto
Layanan pembuatan paspor di Imigrasi

IHRAM.CO.ID, TANJUNGBALAI — Kantor Imigrasi menggalakkan program antrean pendaftaran pengurusan paspor secara online, khusus untuk wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai-Asahan Huntal Hamonangan Hutauruk di Tanjungbalai, Selasa, mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan tata cara pengurusan paspor online tersebut di Rantauprapat.

"Layanan antrean paspor online ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang ingin membuat paspor," katanya.
Menurut Hutauruk, disamping sebagai upaya mencegah penumpukan pemohon paspor di kantor imigrasi, keunggulan aplikasi antrean paspor online itu sangat mempermudah masyarakat untuk membuat paspor, sehingga tidak perlu antre hingga berjam-jam.

Ia mencotohkan, ada warga atau pemohon yang sudah datang tapi tidak bisa lagi mengambil nomor antrean karena sudah penuh, namun dengan aplikasi online itu warga dapat mengatur sendiri waktu, hari dan tanggal untuk datang, petugas juga dapat mengetahui jumlah pemohon setiap harinya.

Dalam proses pendaftaran masyarakat diharuskan melengkapi beberapa persyaratan dengan membawa KTP elektronik, Kartu Keluarga, akte kelahiran, ijazah, buku nikah atau surat babtis asli dan fotocopy di kertas A4.
Dengan menunjukkan barcode yang diterima pemohon dari email kantor imigrasi, pihaknya langsung memproses dan pemohon tidak perlu lagi menunggu lama.

"Aplikasi permohonan paspor online ini dapat didownload melalui playstore atau melalui website Kantor Keimigrasian Tanjungbalai-Asahan yaitu, http://imigrasi-tanjungbalaiasahan.com," kata Hutauruk.
Demikian juga untuk penggantian paspor, pemohon cukup membawa paspor lama dan KTP elektronik khusus untuk paspor yg di terbitkan dalam negeri Tahun 2009 keatas.

Persyaratan tambahan Surat Edaran Direktur Jendral Imigrasi Nomor IMI. 0277.GR.02.06 Tahun 2017 tanggal 24 Februari 2017 tentang pencegahan TKI nonprosedural. Dalam hal ini harus melampirkan surat rekomendasi dari Disnakertrans bagi CTKI lengkap dengan ID TKI yang valid.

Bagi pemohon yang akan menjalankan ibadah Umrah atau Haji Khusus, harus melampirkan surat rekomendasi dari Kementrian Agama dan Biro Jasa Travel Haji dan Umrah. Akan tetapi, surat rekomendasi tersebut tidak berlaku bagi Pejabat Negara, PNS/TNI/POLRI.

"Terkait biaya administrasi pembuatan paspor, pemohon dapat melakukan pembayaran setor tunai maupun transfer melalui ATM yaitu, BRI, BNI, BCA dan Mandiri," ujar Hutauruk.


Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : antara