Ahli Meteorologi Sebut Musim Dingin Saudi Tahun Ini Normal
Kamis , 07 Desember 2017, 10:23 WIB

Arab news
musim dingin di Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Ahli meteorologi meyakinkan masyarakat Arab Saudi untuk tetap tenang. Seorang peneliti astronomi dan anggta Uni Arab untuk Astronomi dan Ilmu Luar Angkasa (AUASS), Khalid Al-Za'aq, menyatakan bahwa musim dingin tahun ini tidak akan separah seperti yang telah diantisipasi oleh beberapa peramal cuaca dan iklim.

Selama beberapa pekan terakhir, masyarakat ketakutan dengan musim dingin yang akan datang. Para peselancar media sosial menggambarkan musim dingin yang akan datang sebagai cuaca yang parah dan menjadi 'terdingin' yang melanda Arab saudi sejak 2007. Namun, ramalan mereka nampaknya berbeda dengan pendapat para peramal cuaca yang berpengalaman.

"Pembentukan awan dan gerakan angin memberikan indikasi yang jelas bahwa musim dingin tahun ini normal," kata Al- Za'aq kepada Arab News, dilansir pada Kamis (7/12).

Dia menunjukkan bahwa penduduk setempat telah menyebut 40 hari terdingin pada musim dingin, yang disebut Al-Marbaniyeh, yang dimulai pada Desember dan berakhir pada Januari. Namun demikian, Al-Za'aq mencatat bahwa suhu selama periode itu justru menurun.

Kendati demikian, ia mengantisipasi bahwa wilayah utara dan barat laut Kerajaan, serta Al-Jouf dan Hail, akan mengalami suhu di bawah nol derajat celcius. Dia mengatakan, bahwa suhu di wilayah Qassim dan bagian utara Riyadh mungkin akan mengalami suhu yang lebih rendah lagi.

"Ini bukan hal baru bagi bagian-bagian Kerajaan ini. Ini, sebenarnya, terjadi hampir setiap tahun," lanjut Al-Za'aq.

Dia mengingat kondisi cuaca Kerajaan pada 2008. Ia menggambarkan saat itu sebagai kondisi cuaca yang cukup keras. Namun, sang ahli mengatakan bahwa indikasi meteorologi saat ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca tahun ini akan biasa dan menyenangkan.

Redaktur : Esthi Maharani
Reporter : Kiki Sakinah