Meliterasi Ibadah Haji dan Umrah Terkendala Anggaran
Ahad , 10 December 2017, 08:52 WIB

Muhammad Subarkah
Ketua Umum Asphurindo Syam Resfiadi.

JAKARTA Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) menilai masyarakat perlu memiliki literasi ibadah haji dan umrah. Namun, tugas departemen agama itu terkendala anggaran.

Mereka mengeluh, saat harus bersosialisasi mereka kekurangan dana, tak ada anggarannya, kata Ketua Asphurindo Syam Resfiadi kepada Republika.co.id.

Pemerintah sudah mulai melakukan upaya mengedukasi dan meliterasi masyarakat ihwal ibadah umrah dan haji. Pemerintah sudah membagi tugas pada jajarannya hingga ke tingkat kabupaten/kota ihwal kesesuaian harga dan fasilitas yang harus didapatkan calon jamaah itu.

Mengedukasi dan meliterasi masyarakat ihwal ibadah umrah dan haji penting dilakukan. Berkaca dari masalah biro perjalanan yang menipu calon jamaah, literasi itu bisa menjadi rambu-rambu masyarakat memilah biro perjalanan.

Syam berharap pemerintah menganggarkan lebih banyak dana untuk melakukan kegiatan itu. Selain itu, ia menilai pemerintah pusat perlu mengeluaran surat edaran agar ada rambu-rambu penggunaan anggaran di tingkat kantor wilayah.

Syam meyakini masing-masing kantor wilayah memahami dan memiliki pengetahuan terhadap literasi ibadah umrah dan haji. Sebab, selama ini jajaran di daerah sudah meliterasi masyarakat dalam bentuk lisan tanpa ada aturan mainnya.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Reporter : umi nurfadhilah