Menag Harapkan Bandara Kertajati Bisa Layani Haji 2018
Sabtu , 06 January 2018, 16:42 WIB

dok. Kemenag.go.id
Menag Lukman Hakim Saifuddin

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jemaah haji asal Jawa Barat memungkinkan diberangkatkan dari Bandar Udara Kertajati di Kabupaten Majalengka pada 2018 apabila sarana dan prasarananya telah siap.

"Tentu akan kami lihat perkembangannya. Kapan mulai beroperasinya, kelengkapannya, dan segala sesuatu yang terkait dengan standar minimal penetapan sebuah bandara," kata Lukman di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan, pemberangkatan jamaah haji Jabar dari Kertajati untuk 2018 harus dikonsultasikan dengan Kementerian Perhubungan, sejumlah maskapai pernerbangan, dan pihak terkait lainnya.

Lukman mengatakan Kemenag terus memantau dan meninjau perkembangan dari kesiapan bandara yang rencananya akan mulai beroperasi pada Juni 2018. Terutama mengenai kesiapan sarana dan prasarana untuk pemberangkatan haji.

Menurut dia, dengan beroperasinya Bandara Kertajati dapat memudahkan para jamaah haji asal Jawa Barat untuk berangkat menuju Tanah Suci.

"Prinsipnya, kalau kami di Kemenag, semakin banyak embarkasi, sebenarnya semakin baik karena itu memudahkan. Semakin mendekatkan layanan jamaah kepada bentuk fasilitas pelayanan itu sendiri. Kami akan semakin senang," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Bandara Kertajati di Majalengka agar segera beroperasi pada Juni 2018. Bandara bertaraf internasional tersebut telah rampung 85 persen dari sisi pembangunan sisi daratnya.

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pelaksana pembangunan dan pengoperasian bandara menyatakan pihaknya siap melayani pemberangkatan jamaah haji asal Jabar pada 2018.

Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan telah mempersiapkan fasilitas lounge haji dan umrah seluas 1.300 meter persegi. Fasilitas tersebut berada di lantai tiga area terminal bandara.

Soal kesiapan lain, dia mengatakan telah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Pemda Majalengka untu membuat akses jalan bukan tol dan pengerjaan fisik lainnya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara