Ke Tanah Suci Kian Mahal
Sabtu , 13 Januari 2018, 11:20 WIB

Jamaah haji Indonesia yang baru tiba dari Madinah bersiap melakukan umrah di Masjid al Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (7/8).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh (Amphuri) Firman M Nur mengingatkan travel perjalanan untuk hati-hati dalam menerapkan tarif. Dengan kenaikan berlakunya PPN lima persen di Saudi Arabia, kami menyikapinya sebagai kenaikan yang masuk logika.

"Kami hanya menganjurkan untuk berhati-hati dalam menerapkan tarif," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (8/1).

Firman menilai peningkatan secara signifikan tarif haji dan umrah juga tidak baik. Sebab, kenaikan yang signifikan ini dikhawatirkan akan menurunkan animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Selain bisa menurunkan daya minat masyarakat, margin dari kenaikan harga yang terlalu tinggi juga bisa mengakibatkan tidak kompetitifnya harga dalam menentukan harga terbaik. Namun, harga terbaik tetaplah harus mengikuti harga acuan dari Kementerian Agama.

"Harga acuan yang ditetapkan Kemenag adalah Rp 20 juta. Harga acuan ini semua kepastian pelayanan, transportasi, tiket pesawat, akomodasi di Arab Saudi, dan hal-hal lainnya bisa didapatkan oleh jamaah dengan harga sesuai acuan tadi," kata dia.

Firman tidak menampik kemungkinan adanya beberapa travel yang menaikkan tarif perjalanannya. Ia hanya mengingatkan untuk selalu menggunakan harga acuan yang diterapkan Kemenag.

Kenaikan ini adalah sebuah keniscayaan yang bisa dipahami semua masya rakat Muslim Indonesia. "Harapan kami tentu ini tidak mengubah niat masyarakat Indonesia untuk berangkat menunaikan ibadah haji dan umrah," katanya.

Meski Arab Saudi menarik PPN lima persen, belum ada informasi travel perjalanan yang tutup. Amphuri pun hingga saat ini belum menerima informasi dari anggotanya yang akan menaikkan tarif perjalanan.

"Kalaupun nanti kemudian ada yang menaikkan harga, kami harapkan dan anjurkan untuk tidak berlebihan. Depag (Kemenag) juga sudah mengimbau travel perjalanan untuk tidak semena-mena dan berlebihan dalam meningkatkan tarif," katanya.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Umroh dan Haji In-Bound Indonesia (Asphurindo) Syam Resfiadi mengatakan, pihaknya bakal menaikkan biaya perjalanan umrah dan haji sebesar 10-25 persen pada Februari nanti seiring kebijakan baru Arab Saudi. Syam menjelaskan, kenaikan itu terjadi pada biaya di land arrangement yang bisa meningkat antara 15-75 dolar AS per orang.

"Perhitungan kasat mata kenaikan tidak terlalu signifikan, bergantung pada jenis hotel dan kendaraan darat yang kita gunakan di sana," katanya.

Untuk paket bawah atau termurah, biaya land arrangement dapat meningkat pada kisaran 15 dolar AS atau setara Rp 200 ribuan. Sementara untuk paket hotel kelas menengah hingga atas, biaya land arrangement kemungkinan akan naik masing-masing pada kisaran 75 dolar AS. Syam tidak mempermasalahkan jika nantinya ada travel yang menaikkan tarif biaya haji dan umrah. Sebab, travel tersebut mengerti kondisi ekonomi yang riil. Dengan harga yang dipasarkan, travel tersebut bertahan.

Redaktur : Karta Raharja Ucu