Masyarakat Terus Diimbau Cermat Pilih Travel
Kamis , 08 Februari 2018, 18:23 WIB

Republika/Arie Lukihardianti
Ratusan jamaah Solusi Balad Lumampah (SBL) dari seluruh Indonesia, menggelar aksi unjuk rasa di Halaman DPRD Jabar, mereka menuntut aset SBL tak dibekukan sehingga masih bisa memberangkatkan jamaah yang sudah membayar biaya umrah, Selasa (6/2). (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, PALEMBANG -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatra Selatan Alfajri Zabidi minta calon jamaah umrah hati-hati memilih travel atau biro perjalanan haji. Ini penting  agar calon jamaah umrah agar itu  tidak tertipu.

"Sekarang ini sering terjadi calon jamaah umrah gagal berangkat. Itu akibat tidak tepat memilih biro perjalanan haji dan umrah," kata Alfajri di Palembang, Kamis (8/2).


Bahkan, beberapa waktu lalu ratusan jamaah calon umrah di daerah ini batal berangkat akibat adanya permasalahan di travel haji dan umrah yang dipilih.
Sehubungan dengan itu, ia mengimbau masyarakat perlu berhati - hati dalam memilih biro perjajalan haji dan umrah tersebut.

"Pilih biro perjalanan yang telah memiliki izin karena itu merupakan syarat sah travel dan lembagaitu," katanya.

Kemudian pastikan jadwal pemberangkatan dan waktu berada di Arab Saudi. Begitu juga soal pilihan penerbangan menggunakan maskapai apa, termasuk hotel, ujar dia.

Namun, lanjut Kakanwil, yang lebih penting lagi pastikan harga dan paket layanan selama dalam perjalanan dan di Arab Saudi. Dengan demikian masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur dengan harga murah atau paket promo yang ditawarkan pihak travel.

Sementara Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Saefudin, mengatakan masyarakat yang ingin beribadah umrah agar memastikan travel yang dipilih memenuhi syarat dapat berkoordinasi dengan Kemenag setempat. Sebab Kemenag memiliki daftar travel yang berizin termasuk cabang di daerah.

"Yang jelas kehati-hatian penting karena minat masyarakat untuk beribadah umrah saat ini cukup banyak dan itu bisa saja dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab," tambah dia.


Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : antara