Kemenag Bahas Transportasi Haji Tahun Ini dengan Naqabah
Selasa , 20 Maret 2018, 10:57 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Aktivitas petugas di Terminal Hijrah, Madinah, Rabu sore (13/9). Petugas di sini bekerja mencatat bus jamaah haji yang masuk ke Madinah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis menggelar pertemuan dengan Ketua Naqabah (organda di Saudi) Abdurrahman Ma'yuf al Harby guna membahas peningkatan layanan transportasi haji. Pertemuan dimanfaatkan Sri Ilham menyampaikan sejumlah catatan layanan transportasi haji tahun lalu.

"Kami mencatat ada sejumlah keterlambatan, khususnya pada rute Makkah-Arafah. Hal ini disebabkan maktab tidak disiplin mengikuti jadwal yang telah disepakati bersama kloter dan sektor," kata Sri Ilham dalam pernyataan, Selasa (20/3).

Keterlambatan juga karena kendala rute Mina-Makkah pada 12 Dzulhijjah bagi jamaah nafar awwal karena padatnya Kota Makkah. Sri Ilham meminta naqabah bisa mencari solusi guna peningkatan layanan transportasi haji tahun ini. Sri Ilham juga meminta naqabah tidak memberlakukan kenaikan harga transportasi di luar pemberlakukan PPN.

Gelang Jamaah Haji Tahun Ini Dilengkapi Kode QR

Abdurrahman berjanji akan menindaklanjuti catatan dari Kemenag. Ia menegaskan akan menerapkan pengendalian bus dengan menggunakan GPS sehingga, seluruh armada dapat dipantau dan apabila terdapat kendala langsung bisa ditangani.

Terkait kenaikan harga, Abdurrahman bersedia menunda kenaikan harga. Namun, naqabah meminta Indonesia menyiapkan anggaran PPN lima persen karena itu sudah menjadi keputusan Pemerintah Saudi.

"Kami akan terus melakukan upaya peningkatan kualitas layanan dengan menaikkan spesifikasi bus. Kalau sebelumnya, spesifikasi bus di Armina paling tua dengan usia produksi 18 tahun, tahun ini menjadi 10 tahun," katanya.

Bertolak pada akhir Februari, Tim Penyediaan Transportasi Darat akan berada di Arab Saudi sampai dengan akhir April 2018. Mereka bertugas menyediakan layanan transportasi antarkota jamaah haji yang meliputi rute: Bandara Madinah-hotel Madinah, Madinah-Makkah, Jeddah-Makkah, Makkah-Jeddah, Makkah-Madinah dan Madinah-Bandara Madinah. Pelayanan juga termasuk bus shalawat di Makkah bagi jamaah yang tinggal di wilayah dengan jarak 1.500 meter atau lebih.

Pertemuan berlangsung di Kantor Naqabah, Makkah, Senin (19/3). Ikut hadir Staf Teknis Haji (STH) 1 Ahmad Dumyathi Basori , STH 2 Amin Handoyo serta Tim Penyediaan Transportasi Darat yang dipimpin Subhan Cholid.