Jamaah Calon Haji Lansia Diprioritaskan Berangkat Lebih Dulu
Senin , 02 April 2018, 16:58 WIB

Jamaah haji lansia (ilustrasi). Foto: Antara/M Risyal Hidayat

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) memprioritaskan calon jamaah haji untuk berangkat lebih dulu ke tanah suci, khususnya yang berusia di atas 75 tahun ke atas. Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Noer Aliya Fitra mengatakan, prioritas untuk jamaah haji lanjut usia (lansia) tersebut akan dilakukan pada tahap kedua pelunasan Biaya Penyelenggarakan Ibadah Haji (BPIH) 2018.

"Jadi untuk jamaah yang lanjut usia itu memang ada prioritas pemberangkatan. Tapi pada tahap kedua nanti, jika ada sisi kuota," ujar pria yang akrab dipanggil Nafit ini saat dihubungi Republika.co.id, Senin (2/6).

Para calon jamaah haji usia 75 tahun tidak perlu menunggu lama untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Namun, menurut dia, calon jamaah lansia itu tidak semuanya bisa diberangkatkan sekaligus, karena jumlahnya juga cukup signifikan. "Jadi tidak semua jamaah usia 80 tahunan diberangkatkan semua mas. Yang usia 80 itu kan jumlahnya cukup signifikan, nanti kasihan petugasnya," ucapnya.

Nafit menuturkan, calon jamaah haji yang berusia lanjut tahun ini ada sekitar 50 ribuan lebih, sedangkan yang khusus berusia 80 tahun ada sekitar 20 ribu calon jamaah. Menurut Nafit, jika semua diberangkatkan semua, nantinya justru bisa memperburuk pelayanan.

"Makanya kita tidak bisa usia sekian diberangkatin semua, karena ini terkait dnegan layanannya nanti. Jangan sampai nanti jamaahnya karena tua-tua semua jadi repot semua. Kompisisinya harus sama," kata Nafit.

Dia menambahkan, jika mengaca pada pelaksanaan haji tahun 2017 lalu, calon jamaah haji lansia8 ada sekitar 10 ribu yang berangkat ke tanah suci. Karena itu, Nafit berharap tahun ini jamaah lansia yang bisa diberangkatkan bisa seimbang dengan jumlah petugas haji.

Sementara itu, jumlah petugas jamaah haji tahun ini juga telah ditambahkan oleh Kemenag. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pada penyelenggaraan ibadah haji 2018 ini, jumlah petugas haji telah ditambahkan sebanyak 600 orang. Jika pada 2017 ada 3.500 petugas haji, maka tahun ini total petugas haji sebesar 4.100 petugas.

Hal ini disampaikan Lukman saat rapat evaluasi bersama Komisi VIII DPR RI pada 27 Marer 2017 lalu. Menurut dia, penambahana petugas haji ini juga atas kehendak komisi VIII DPR RI. "Maka kita bersyukur tahun ini bertambah 600 petugas yang semula 3.500 menjadi 4.100. Tentu sesuatu yang menggembirakan. Hanya memang problemnya tidak seluruhnya tercover oleh APBN," kata Lukman.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Muhyiddin