Amphuri Dukung Kemenag Bentuk Satgas Umrah
Jumat , 06 April 2018, 11:11 WIB

Republika/ Tahta Aidilla
Petugas melintas di kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI), Jakarta, Senin (16/2).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) mendukung Kemenag dan Polri untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan kasus penipuan yang marak dilakukan oleh oknum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

 

Bendahara Umum Amphuri Tauhid Hamdi mengatakan kasus penelantaran calon jamaah umrah di Indonesia seperti tak ada habisnya.

 

“Kami sangat mendukung. Kami pun berharap, Satgas ini nantinya akan lebih mengedepankan pada penyelesaian masalah jamaah umrah yang gagal diberangkatkan. Dan kalau dari urgensinya, kami siap jika dilibatkan dalam satgas ini nantinya,”ujar Tauhid kepada Republika.co.id, Jumat (6/4).

 

Sebelumnya persidangan penelantaran puluhan ribu calon jamaah umrah oleh PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel telah melakukan penipuan hingga satu triliun rupiah.

 

Kemudian kasus dugaan penelantaran calon jamaah umrah PT Amanah Bersama Umat (Abu) Tour. Berdasarkan investigasi Kemenag, sebanyak 86.720 jamaah belum diberangkatkan di seluruh Indonesia jamaah terbanyak berasal dari Sulawesi Selatan.

 

Ini bukanlah kasus yang sepele, Kemenag harus menuntaskan masalah ini. Mengingat begitu banyaknya calon jamaah yang menjadi korban.

 

Sejumlah pihak pun turut bekerja sama menuntaskan permasalahan ini. Hal ini terjadi tentu ada kaitannya dengan lamanya waktu tunggu pemberangkatan calon jamaah haji di Indonesia. Sehingga dimanfaatkan sejumlah oknum nakal penyelenggara perjalanan umrah baik yang berizin mau pun tidak.

 

Dengan lamanya waktu tunggu keberangkatan haji tersebut, banyak calon jamaah haji yang sudah mendaftar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) di Kemenag, ingin lebih dulu melaksanakan ibadah umrah, sebelum waktu keberangkatan hajinya tiba. Selain itu, faktor tingginya minat masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah ke tanah suci juga menjadi pemicu adanya oknum travel yang turut andil bagian dengan memberikan iming-iming biaya perjalanan yang jauh lebih murah dari standarisasi dan kelayakan pelayanan jamaah umrah pada umumnya. Sehingga banyak calon jamaah yang tertarik dan akhirnya terlantar.

 

Tauhid pun mengimbau calon jamaah umrah agar lebih berhati-hati lagi dalam memilih travel yang akan digunakannya dalam menjalankan ibadah umrah.

 

“Jangan mudah diiming-imingi. Memilih travel itu gampang, ingat saja kuncinya, 5 Pasti Umrah. Pasti travelnya berizin, pasti tiket pesawatnya, pasti jadwal keberangkatannya, pasti visanya, dan pasti hotelnya. Kalau lima hal ini sudah terpenuhi, Insha Allah, jamaah aman. Dan pasti dapat beribadah dengan kusyuk di Tanah Suci,”jelas dia.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Ratna Ajeng Tedjomukti