Jamaah Umrah Meninggal di Pesawat Sebelum Terbang Pulang
Selasa , 10 April 2018, 19:55 WIB

Republika/Rakhmawaty La'lang
Para calon jamaah umrah berjalan menuju kabin pesawat akan mengantarkan mereka menuju Tanah Suci Makkah.

IHRAM.CO.ID, Jeddah -- Sesaat setelah tengah malam tadi (10/4), divisi pelayanan umrah Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah menerima laporan dari jamaah yang akan bertolak ke tanah air. Rombongan jamaah yang dihandel oleh perusahaan travel PT ET  ini digegerkan oleh insiden meninggalnya rekan jamaahnya. Setelah kejadian itu, jenazah almarhum Abdul Karim Bonto (53) diturunkan dari pesawat untuk dievakuasi sementara oleh petugas bandara didampingi keluarga yang menyertainya.

Seperti dikatakan staf KUH KBRI Jeddah, Achmad Dumyato Basiro, mengatakan menurut keterangan dari Muhammad Syafi’i Hasyim petugas divisi pelayanan umroh KUH KJRI yang mendapat konfirmasi dari pihak keluarga, awalnya almarhum baik-baik saja." Selama menjalankan agenda ibadah umroh dan ziarahnya hingga sesaat sebelum keberangkatannya ke tanah air dini hari ini,'' kata Dumyati kepada Republika.co.id, Selasa  (10/4).

Saat menginformasikan kepada tim media KUH KJRI dini hari tadi, Syafi’i menceritakan bahwa almarhum meninggal saat sudah berada dipesawat 30 menit menjelang keberangkatannya. “Baru saja saya mendapat telepon dari petugas bandara, bahwa ada Jemaah umrah yang meninggal. Jemaah sudah berada di dalam pesawat dengan nomer penerbangan GA-9872, sekitar 30 menit sebelum jadwal take off nya”, ujar Dimyati menirulan Syafi'i.

”Jamaah ini berasal dari Makassar dengan penerbit visa Al Wisam”, lanjutnya. Hingga pagi hari ini, Syafi’i tetap memantau perkembangan dari pemrosesan jenazah di bandara, dan menghubungi pihak travel yang telah memberangkatkan rombongan almarhum.

Menurut Syafi’i, lanjut Dumyati,  pihaknya telah menghubungi pihak travel yang mendampingi rombongan almarhum, dan sekitar pukul 8.00 WAS tadi, pendamping dari pihak travel mengkonfirmasi bahwa rombongan yang dibawanya sudah sampai di Indonesia dan sedang transit. Pihak travel tersebut meminta Syafi’i untuk mengarahkan jenazah almarhum dan keluarga yang masih berada di bandara King Abdul Aziz Jeddah, dan memprosesnya lebih lanjut.

“Sejak dari dini hari setelah saya menerima laporan, kita pantau terus setiap perkembangannya, dan kami usahakan menghubungi travelnya. Sekitar jam 8 WAS tadi, pihak travel mengonfirmasi bahwa rombongan jamaah yang dibawanya (yang seharusnya bersama almarhum, red) sudah sampai di Indonesia sedang transit. Ia (tour leader) meminta kami untuk mengarahkan jenazah dan keluarganya yang masih di bandara, dan memprosesnya lebih lanjut” kata Syafi’i kepada Dumyati.

Hingga kini, lanjut Dumyati, Syafi’I mengaku belum ada tindakan nyata dari pihak travel terkait pemrosesan jenazah dan konsekwensi lain yang harus diselesaikan.

“Sampai saat ini pihak travel masih belum ada pernyataan untuk bertanggung jawab atas pemrosesan jenazah jemaah dan evakuasi keluarganya, tindakan kita sampai saat ini adalah tetap berkoordinasi dengan KJRI dan petugas bandara, dan bersiap untuk langkah taktis apabila diperlukan”, pungkasnya.

Redaktur : Muhammad Subarkah