Jamaah Calon Haji Mataram Mulai Lunasi BPIH
Selasa , 17 April 2018, 14:33 WIB

Republika/Edwin Dwi Putranto
Petugas Bank Mandiri Syariah melayani calon jemaah haji yang melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) di Kantor Cabang Mandiri Syariah Area Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/4).

IHRAM.CO.ID, MATARAM -- Jamaah calon haji asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat sudah bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada bank-bank penerima setoran.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Burhanul Islam di Mataram, Selasa, mengatakan pembayaran BPIH itu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah, yakni 16 April sampai 4 Mei 2018 untuk tahap pertama.

"Sementara untuk pembayaran tahap kedua dibuka mulai 16 Mei sampai dengan 25 Mei 2018," katanya.

Menurutnya, besaran BPIH Embarkasi Lombok 2018 sebesar Rp 38.798.305, atau mengalami kenaikan sekitar Rp 400 ribu lebih dibandingkan dengan BPIH 2017 sebesar Rp 38.329.100. Besaran BPIH tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1439 H/2018 M.

"Jadi dari kemarin (Senin 16/4) jamaah sudah mulai melunasi BPIH, tapi sampai hari ini kami belum bisa menyebut angka pasti sebab masih berproses," ujarnya.

Jamaah calon haji yang sudah terakomodasi dalam porsi pemberangkatan 2018, diharapkan segera melunasi BPIH sesuai dengan jadwal pada tahap pertama, termasuk untuk calon cadangan. Sedangkan pelunasan tahap kedua untuk mengakomodasi jamaah yang tidak bisa melakukan pelunasan tahap pertama karena kendala teknis atau gagal sistem.

"Selain itu, untuk penggabungan suami istri dan jamaah lanjut usia apabila ada jemaah yang tidak melunasi ditahap pertama," katanya.

Jumlah jamaah calon haji asal Kota Mataram musim haji 2018 sebanyak 773 orang, ditambah 65 cadangan dan lima orang tim pemandu haji daerah (TPHD). Untuk TPHD dari pemerintah kota terdiri atas, satu orang ketua kelompok terbang (kloter), satu pembimbing ibadah, dua paramedis dan satu orang dokter.

"Sementara lima orang TPHD dari Pemerintah Provinsi NTB, terdiri atas tiga orang pelayanan umum, seorang pembimbing ibadah dan seorang dokter," ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 65 orang calon haji cadangan diharuskan melunasi BPIH, agar ketika terjadi perubahan terhadap jamaah reguler karena berbagai alasan, jamaah cadangan bisa langsung terakomodasi menggantikan jamaah bersangkutan. Dalam berbagai tahapan, jamaah cadangan telah diminta juga melakukan persiapan administrasi serta persiapan lainnya seperti halnya jamaah reguler.

"Misalnya untuk penyerahan paspor, pemeriksaan kesehatan, sertifikat istitha'ah dan lainnya bahkan mereka juga sudah mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji gratis yang dilaksanakan pemerintah kota," kata Burhanul.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara