Polda Sulsel Segel Kantor Abu Tours di Pekanbaru
Selasa , 17 April 2018, 22:43 WIB

ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Petugas Kepolisian Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau menyegel Kantor cabang keberangkatan haji dan umrah Abu Tours di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/4).

IHRAM.CO.ID, PEKANBARU --Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyegel kantor dan aset milik biro perjalanan umrah Abu Tours di Jalan Harapan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Polisi memasangi garis polisi di kantor tersebut, pada Selasa (17/4).

"Setelah memeriksa lebih kurang 13 saksi, hari ini kita police line kantor yang pernah dipakai Abu Tours," kata Kepala Sub Direktorat I Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Dasmin Ginting di Pekanbaru, Selasa.

Sejauh ini, ia mengatakan, baru sebatas memasang garis polisi kantor yang terbilang cukup megah terdiri dari tiga lantai dan berada di salah satu sentra bisnis di Kota Pekanbaru tersebut. Dia melanjutkan, bahwa Polda Riau masih menunggu koordinasi dari Polda Sulawesi Selatan untuk langkah selanjutnya, termasuk penyitaan aset-aset yang berada di dalam kantor tersebut.

"Kasus ini ditangani Polda Sulsel. Jadi kalau Polda Sulsel meminta bantuan kita untuk penggeledahan, kita geledah yang di dalam (kantor). Aset-asetnya masih berada di dalam," urainya.

Lebih jauh, Dasmin menjelaskan, hingga ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 13 saksi, terdiri dari korban dan pihak Abu Tours. Nantinya, seluruh berkas keterangan saksi juga akan dikirim ke Polda Sulses sebagai bagian dari penyidikan mereka.

Sementara itu, Dasmin menuturkan dari pemeriksaan saksi-saksi tersebut, juga diketahui sebanyak 131 jemaah Abu Tours dari Provinsi Riau yang gagal diberangkatkan ke tanah suci. "Kita telusuri lagi ada korban lain atau aset-aset lainnya di Pekanbaru. Sejauh ini terdata 131 jemaah yang gagal berangkat," tuturnya.

Kantor Abu Tours sendiri sudah tutup sejak Februari 2018 lalu. Dasmin mengatakan, jemaah terakhir yang diberangkatkan oleh Abu Tours pada Desember 2017 silam.

Dalam perkara ini, Polda Sulsel telah menetapkan pemilik Abu Tours berinisial HM sebagai tersangka karena perusahaan yang bergerak di bidang travel umrah itu. Karena, tidak mampu memberangkatkan sekitar 86.720 orang jamaah umrah ke Arab Saudi.

Polda Sulsel menyatakan, total kerugian jamaah umrah yang dikumpulkan travel Abu Tours dengan jumlahnya 86.720 orang itu diperkirakan lebih dari Rp 1,8 triliun sesuai dengan besaran dana yang masuk dari setiap orang. Atas kasus dugaan tindak pidana itu, tersangka HM dijerat dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah juncto pasal 372 dan 378 KUHP serta pasal 45 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

 

Redaktur : Andri Saubani
Sumber : Antara