Haji Rusia, Komunis Ambruk, Hingga Kenangan Karavan Holid Daghestan
Selasa , 06 September 2016, 09:36 WIB

Muhammad Subarkah/Republika
ebagian rombongan jamaah haji asal Rusia yang ke Makkah dengan menggunakan mobil karavan tengah melepas lelah di Terminal Kudai, Makkah

"Kami memang melakukan perjalanan yang sangat panjang!" Lelaki berewok bertubuh kekar bernama Abu Kholid menyampaikan hal ini di bawah kerindangan pohon di Terminal Kudai Makkah, lima tahun silam. Saat itu beberapa hari pasca puncak haji. Dan kami bertemu di tempat itu setelah tertarik melihat mobil van berjejer-jejer di terminal itu. Selain karena bentuknya unik, merek mobil juga  tak lazim di Indonesia karena memakai merek Gazela.

Udara siang Makkah pada saat itu memang panas menyengat. Inilah yang membuat Holid, yang pergi haji ke Makkah dari Rusia bersama beberapa anggota keluarganya dengan menumpang mobil karavan itu, berlindung  di bawah pohon yang rindang. Beberapa di antaranya ada yang memperbaiki mobil, yang lainnya sibuk menyediakan makanan, sedangkan yang lain ada yang duduk di kursi sambil memejamkan mata menahan katuk.

"Cuaca  panas seperti  inilah yang  juga kadang membuat mobil kami bermasalah. Sebab, kendaraan ini memang dibuat untuk daerah dingin. Ketika memasuki kawasan Timur Tengah, radiatornya sering rusak. Mesin menjadi panas," ujarnya lagi.

Setelah beberapa saat mengobrol bersama, Holid menceritakan perjalanannya menuju tanah suci Makkah dari Rusia.  Dia bercerita, kepergiannya ke Makkah memang sengaja tidak memakai kapal terang, dan memilih mengendarai kendaraan darat. Panjang perjalanan yang ditempuh pun tidak main-main, sekitar 5.000 kilometer.

Jarak sepanjang ini mereka tempuh selama 10 hari untuk sekali jalan. "Kami melintasi banyak negara. Kami menyopir siang malam. Shalat, tidur, dan makan di mana saja. Setiap kali merasa lelah, kami berhenti untuk beristirahat," kata Holid.

Di Kudai saat itu memang terlihat beberapa mobil van buatan Rusia merek Gazela yang dibuat menjadi mobil karavan. Di bagian tengah kendaraan itu ada tempat tidur susun yang mungil.

Di bagian belakang ada dapur sekaligus gudang untuk menaruh barang. Dalam satu mobil ditumpangi tiga orang. Holid pergi haji ke Makkah dengan anak lelaki yang sudah remaja dan istrinya, Fatimah.

Redaktur : Muhammad Subarkah