Pelepas Dahaga Sprirtual: Air Zamzam Riwayatmu Kini
Jumat , 01 September 2017, 11:00 WIB

dok.Republika
Para peziarah haji tengah antre meminum Air Zamzam ketika wukuf di Arafah.

Jutaan peziarah haji dan umrah yang mengunjungi tanah suci setiap tahun selalu ‘memadamkan haus spiritual’ mereka dengan membawa segelas air Zamzam selama mereka tinggal di kota suci Makkah dan Madinah. Mereka juga membawa botol Zamzam ke tanah air mereka untuk didistribusikan di antara keluarga serta kerabat mereka.

Kantor Serikat Zamzam kini telah mendistribusikan 2.6 juta botol air Zamzam kepada para jamaah haji sejak awal musim haji hingga menjelang musim puncak haji ini.

Ketua Dewan Direksi Serikat Air Zamzam, Abdul Hadi Zamzami,  mengatakan bahwa ada tujuh kantor kelompok layanan lapangan air Zamzam yang berada di bawah kantor serikatnya. Semua kantor tersebut bertugas   di bidang distribusi air Zamzam.

“Selama musim haji ini, sebanyak 47,39 juta liter Zamzam telah tersebar di antara para peziarah di Makkah dan Madinah, katanya seperti dilansir Saudigazette.com.

Proyek pengemasan ini hadir atau berasal dari ide Raja Abdullah agar pendistribusian air Zamzam semakin hari kian teratur. Proyek ini menggunakan teknologi yang sangat canggih untuk menyediakan dan menjaga kemurnian kualitasair suci ini.

Selain itu dengan adanya serikat tersebut maka pasokan air Zamzam kepada jamaah haji dan umrah bisa benar-benar terjamin. Ini karena semua orang tahu, air minum --apalagi air Zamzam -- adalah sebuah hal yang sangat berharga. Di masa silam, utamanya di kalangan peziarah yang berhaji dengan naik unta dengan menyusuri gurun pasir, air minum kadang lebih mahal dengan emas. Aibatnya, persoalan air kerap kali menimulkan pertentangan. (Lihat gambar di atas: Sistem pompa dan pengemasan air Zamzam yang berada di kawasan Khudai, Makkah).

Sedangkan khusus untuk serikat atau perusahaan pengelola air Zamzam, maka sejak zaman dahulu soal pasokan air bersih dan air Zamzam di kawasan Makkah memang sudah ada pihak yang ditunjuk mengurusnya. Dan di Makkah dari dulu memang ada dua jenis air, yakni air biasa yang dipakai keperluan sehari-hari (air bersih yang dipasok dari mata air Zubaidah di Thaif) dan air Zamzam yang memang dipakai khusus untuk air minum para peziarah yang datang ke Masjidill Haram.

Nah, dipundak para anggota serikat itulah hingga kini dibebankan tugas untuk menjamin pasokan dan kualitas air zamam hingga bisa  sampai ke tangan pejiarah haji dan umrah dengan baik. Untuk memastikan pasokan air Zamzam itu Raja Abdullah pun telah menfasisiliatsi pembangunan proyek pengemasan air Zsmsam pada  Septmeber 2010 dengan menghabiskan dana  hingga 700 juta real.

Proyek tersebut mencakup 42 titik distribusi yang kantor pusatnya berada di kawasan Kudai di Makkah. Dari tempat itulah semuanya kini bermula. Awalnya, air  Zamzam itu dipompa dari sumurnya  ke tanki yang ada di kawasan Kudai. Dari situ Air Zamzam kemudian menjalani pemurnian dan sterilisasinya melalui sistem penyaringan  dengan menggunakan metodologi teknologi tinggi.

Setelah proses pemurnian tersebut, air  Zanmzam ini kemudian dipompa air ke tangki besar di Kudai dan di titik King Abdulaziz Sabeel (outlet pasokan Zamzam). Air Zamzam dari tangki Kudai inilah yang memasok kebutuhan minum para peziarah yang berada di Masjidil Haram.Air Zammzan ini dipasok melalui jaringan pipa dengan panjang sekitar satu kilo meter.

Sementara itu, tangki yang satunya, yaitu tani Sabeel dipakai untuk memasok air zamam untuk kebutuhan peziarah yang berada di Masjid Nabawi. Pasokan air suci ini ke Madinan ini idikirimkan melalu truk tangki dari berbagai amcam ukuran tuk tanki, misalnya dengan ukuran kapasitas tangki 10.000 meter kubik

Melalui proyek tersebut, maka kemudian bisa diketahui secara lebih pasti seperti apa profil sumur Zamzam itu.Sumur tersebut kini dalamnya sekitar 42 meter. umur Zamzam ini bisa mengeluarkan 11-19 liter air dalam satu detik.

 "King Abdullah Zamzam Water Factory (Serikat Air Zamzam,red) itu mampu menghasilkan 200.000 botol air berisi 10 liter zamzam dalm sehari. Produksi botol air bertambah selama Ramadan dan musim haji," kata Zuhair Nawab, Presiden Saudi Geological Survey.

Sedangkan posisi persis dari letak sumur Zamzam itu sebenarnya terletak sekitar 21 meter di sebelah timur Ka’bah dan terletak 1,56 di bawah permukaan mataf (tempat tawaf).

Redaktur : Muhammad Subarkah