Lipan Bara, Tim Pencari Jamaah Haji Tersesat Malaysia
Senin , 07 Agustus 2017, 19:28 WIB

Ani Nursalikhah
Petugas haji tengah menolong jamaah haji yang tersesat di pelataran Masjidil Haram Makkah.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Malaysia memiliki unit patroli yang dikerahkan khusus untuk mencari jamaah haji tersesat. Unit Patroli Tabung Haji ini diberinama Lipan Bara.

Tim telah diterjunkan sejak 29 Juli untuk membantu jamaah yang terpisah dari kelompoknya agar kembali dengan selamat. Mereka beroperasi di delapan wilayah sekitar Masjidil Haram.

"Kami mudah dikenali dari seragam dan tas selempang kami yang berwarna merah," kata pemimpin tim, Shamshol Husin dilansir New Strait Times, Ahad (6/8).

Tim patroli ini terdiri dari 16 orang. Tiga diantaranya adalah anggota polisi, satu dari Army's Religious Corps, dan sisanya merupakan petugas kepolisian Tabung Haji.

Mereka bekerja penuh selama 24 jam selama tujuh hari. Personil Lipan Bara dibagi dalam tiga shift kerja. Mulai dari pukul tujuh pagi hingga dua siang, kemudian berlanjut shift dua hingga pukul 10 malam dan berulang lagi sampai pukul tujuh pagi.

Shamshol mengatakan jamaah tersesat adalah masalah yang selalu ditemui setiap tahun. Ini sering kali terjadi pada jamaah lansia dan tidak fit kesehatannya. Selama ini tim selalu mendapat pujian karena peran mereka.

"Mereka (jamaah) mendukung tim patroli ini yang ditempatkan di Masjidil Haram karena sangat membantu, terutama bagi mereka yang pertama kali menginjak tanah suci," kata Shamshol.

Anggota tim lainnya, Zahisan Zahari mengatakan jamaah yang pertama kali berhaji sangat sering terpisah dari kelompoknya. Sehingga mereka mendapat perhatian ekstra agar bisa menjalankan ibadah dengan lancar.

Menurut Shamshol, rata-rata ada 15 kasus jamaah tersesat setiap harinya. Tahun ini kemungkinan akan meningkat karena jumlah jamaah Malaysia bertambah sekitar 3.000 orang menjadi 30.200 jamaah. Sebagian besar dari mereka tergolong risiko tinggi (risti).

Salah satu alasan Tabung Haji mengerahkan tim patroli juga karena mempertimbangkan kemampuan jamaah dalam berbahasa. Tidak semua jamaah bisa berkomunikasi dengan jamaah asal negara lain, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Arab.

"Insyaallah, kami akan mencoba mengatasi permasalahan dan membantu jamaah sebisa mungkin," kata Shamshol.

Salah satu jamaah Malaysia, Mazanah Mohd Din mengaku sangat terbantu dengan Lipan Bara yang membantunya pulang ke penginapan. Saat ingin kembali ke maktab, kadang mereka kebingungan dan tidak yakin harus pergi ke arah mana. Sehingga kakek berusia 66 tahun ini setuju bahwa tim seperti Lipan Bara sangat penting dan perlu.



Redaktur : Gita Amanda
Reporter : Lida Puspaningtyas