Jamaah Haji Jangan Bawa Barang Berharga di Luar Hotel
Rabu , 09 Agustus 2017, 17:48 WIB

M Nashih Nasrulloh/Republika
Jamaah calon haji Indonesia yang baru tiba dari Madinah menunaikan umrah di Masjid al-Haram sebagai bagian dari plaksanaan haji tamattu', Senin (7/8) dini hari

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Area Masjid al-Haram masih menjadi titik krusial bagi sebagian jamaah haji. Kasus kehilangan dan tertinggal barang berharga di kawasan ini masih terjadi.

Beberapa waktu lalu, Sri Wulan, jamaah asal Makassar yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) Ujung Pandang (UPG-01) melaporkan kehilangan tas usai melaksanakan shalat Zhuhur di Masjid al-Haram. Tas tersebut berisiuang riyal sejumlah 50 riyal sebanyak 20 lembar, 500 riyal dua lembar dan uang rupiah diperkirakan sebanyak lima juta serta sejumlah anting-anting. Sebelumnya, seorang jamaah haji bernama Cahaya Bintang kehilangan tas berisi buku kesehatan dan uang di eskalator Masjid al-Haram.

Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Armina Kolonel Jaetul Muchlis, mengatakan pengalaman serupa kerap terulang tiap tahun. Padahal jamaah sudah berkali-kali diimbau tak membawa barang berharga dan uang dalam jumlah banyak selama keluar pemondokan. “Kita sulit menemukan pemiliknya karena tas tidak ada identitasnya,” kata dia di Makkah, Rabu (9/8) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, dari Makkah, Arab Saudi.     

Dia menilai kerugian materi yang dialami beberapa jamaah, lanjutnya karena kurangnya ketertiban dan prinsip kehati-hatian para jamaah. Dia meminta jamaah berhati-hati dan memberikan identitas pengenal pada tas masing-masing, meliputi nama dan kloter asal.

Anggota Sektor Khusus, Siti Fajar Nuraini meminta jamaah segera melapor ke Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di Sektor Khusus Haram. Jika memang kebetulan pihaknya menemukan barang tersebut tanpa identitas, harus tetap berkoordinasi dengan yang berwewang di Masjid al-Haram. Jika tas yang ditemukan itu dengan identitas, pihaknya akan mengamankannya segera.

“Yang penting jamaah tersebut segera melapor ke petugas,” ujar dia.  

Redaktur : Gita Amanda
Reporter : Nashih Nashrullah