Jamaah Haji Amerika Suka Baca Buku dan Gampang Diatur
Senin , 04 September 2017, 11:40 WIB

EPA-EFE / Mast Irham
Siluet seorang jamaah haji di Jabal Rahmah melaksanakan wukuf di Padang Arafah, Kamis (31/8).

IHRAM.CO.ID, MINA — Jamaah haji Amerika Serikat mengatakan haji adalah pertemuan tahunan di mana peziarah merasakan persaudaraan dan persatuan.

Dilansir Arab News, mereka juga memuji usaha Kerajaan Arab Saudi dalam mengatur orang banyak. Berita Arab mensurvei beberapa peziarah asal Amerika di Mina memaknai hakikat haji dan mengamati organisasi serta kesiapan pelaksanaan haji yang dilakukan Arab Saudi.

Annewil Junil Camsel, seorang warga negara AS yang tinggal di Haiti, mengatakan bahwa seluruh dunia menghargai kemampuan orang-orang Saudi untuk mengatur dan mengendalikan orang banyak tersebut.

"Mampu menampung lebih dari 2 juta peziarah selama beberapa hari dengan wilayah geografis yang sempit dan sangat sulit," kata Camsel di kompleks jamaah haji Amerika.

Ia juga mengatakan masyarakat Saudi sangat baik, toleran, dan kooperatif. Pasalnya saat itu dirinya kehilangan arah saat mencoba menemukan tendanya. Saat dia mendekati beberapa orang Saudi untuk mendapatkan arahan, mereka bersikeras membawanya ke lokasi.

Mutawwif Zaki Kamal dari Badan Tawafa Nasional yang mengurusi Haji dari Turki, Muslim Eropa, Amerika serta Australia, mengatakan bahwa terdapat 35 kantor untuk melayani jamaah haji tersebut. Semuanya menyediakan berbagai fasilitas dan bimbingan yang diperlukan untuk memudahkan peziarah dalam beribadah.

"Para peziarah Amerika suka membaca buku, mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Makkah dan membaca biografi Nabi Muhammad SAW. Selain itu mereka disiplin dalam jadwal dan mudah diatur," kata Kamal.

Jamaah Amerika Mu'in Al-Haq mengatakan bahwa dia berasal dari Amerika Serikat bagian selatan dan ini pengalamannya yang ke tujuh dalam berhaji. Dia menceritakan bahwa sering mengatur perjalanan untuk orang Amerika yang datang ke Makkah untuk berhaji. Namun di lain sisi ia memiliki keinginan yang besar untuk mengunjungi tempat-tempat suci sesering mungkin.

"Haji adalah forum global yang memungkinkan setiap orang memiliki kesempatan untuk bertemu dan berkenalan satu sama lain, dan berbagi pengalaman. Ini adalah kesempatan universal yang menyatukan umat Islam yang toleran, setara dalam berpakaian, hak dan tugas.” Kata Aref  Hussein, seorang peziarah Amerika dari Atlanta.

Huseian yang bekerja di sebuah perusahaan gas, mengatakan bahwa inilah keempat kalinya dia datang ke Makkah untuk berhaji. Hal itu membuatnya dapat melihat perkembangan baru setiap tahun.

"Kehadiran umat Islam dari seluruh dunia di Makkah pada waktu tertentu seperti ini, mencerminkan makna hidup yang sesungguhnya. Menunjukkan peziarah sebagai penggerak perdamaian dan berani dalam menghentikan permusuhan.” Katanya.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Reporter : Mgrol97