Pekerja Asing Ilegal Tinggal di Pemakaman Okaishah di Makkah
Ahad , 04 March 2018, 11:15 WIB

saudigazette.com
Kota Makkah 1850.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -  Warga Makkah mengeluh tentang pekerja asing ilegal yang telah berlindung di beberapa pemakaman tua di daerah Okaishahdi kota suci. Ini karena tidakan mereka yang melanggar kesucian orang mati.

Beberapa dari mereka telah mengubah kuburan, yang tidak lagi digunakan untuk penguburan, ke tempat pembuangan, lapor surat kabar Al-Madina, seperti dilansir Saudigazette.com. Awad Al-Shirhy mengatakan bahwa tembok di sekitar kuburan rapuh atau ambruk, dan tidak ada pekerjaan pemeliharaan yang telah dilakukan sejak lama.

Ada lima kuburan yang dekat satu sama lain di daerah Okaishah. Mereka ditinggalkan sekarang. Terakhir kali salah satu pemakaman ini digunakan untuk penguburan empat dasawarsa yang lalu. Saat ini sebagian besar pemakaman di Makkah berlangsung di kuburan Al-Mualla dan Al-Adl.

"Kuburan di Okaishah telah menjadi rumah bagi anjing liar dan ekspatriat ilegal," kata Al-Shihry.

Dia meminta pemerintah kota untuk mengganggu dan merawat pemakaman dan menangkap ekspatriat ilegal yang membangun tempat penampungan di dalamnya atau menggunakannya sebagai tempat pembuangan.

Saleh Ajlan mengatakan pemakaman tersebut masih terbengkalai selama beberapa dekade."Pihak berwenang perlu segera campur tangan karena kuburan ini mencerminkan citra kota yang buruk," kata Ajlan.

Sementara warga Makkah lainnya, Khamis Al-Jahdali mengatakan harus ada hukuman berat bagi orang-orang yang merusak kuburan.

Mohammad Fawtawi, mantan direktur kesehatan lingkungan di Kota Makkah, memastikan bahwa tidak ada pemakaman yang terjadi di pemakaman ini dalam empat dekade terakhir.

Penduduk dengan suara bulat berpendapat bahwa kurangnya tindak lanjut dan kontrol oleh pihak berwenang setempat bertanggung jawab atas keadaan cemas saat ini. Mereka sepakat bahwa kuburan telah lama terbengkalai sementara tembok mereka roboh namun tidak dibangun kembali.

Direktur media dan public relations pemerintah Osama Zaitouni mengatakan bahwa pemerintah kota mengambil tindakan untuk membersihkan dan memelihara pemakaman yang menanggapi permintaan orang-orang di lingkungan tersebut. Sebuah tim pejabat dari pemerintah kota melakukan kunjungan lapangan ke daerah tersebut, yang mengungkapkan bahwa kuburan terkena dampak alam karena pagar di sekitar mereka hanyut oleh air banjir.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : saudigazette.com