Kege’eran Impikan Jadi Mrs Universe Ketika di Raudhah
Rabu , 04 January 2017, 07:17 WIB

Republika/Yogi Ardhi/ca
Raudah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Bagi sebagian orang beribadah ke Tanah Suci bukanlah tujuan yang yang menjadi prioritas, terlebih di usia muda. Aisyah Kahar misalnya, mantan model gadis sampul 2010 ini tidak pernah bermimpi untuk melaksanakan ibadah umrah di usia muda. Impian utamanya dahulu adalah menjadi Mrs Universe, tapi setelah berhijrah menjadi seorang Muslimah yang baik ia memutuskan untuk mengubah mimpinya itu menjadi ke Tanah Suci.

Berkat rezeki yang diberikan Allah melalui keluarganya, ia dapat melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan tahun 2016. Sebelum keberangkatannya, ia selalu mempersiapkan diri dalam ibadah wajib dan sunah, serta ia sudah menyiapkan berbagai keinginan yang akan dipanjatkan melalui doa selama melaksanakan ibadah umrah.

Selama umrah ia sering memisahkan diri dari rombongan karena ia ingin sekali khusyuk beribadah dan tidak ketergantungan dengan orang lain. Meski sering diingatkan dan dimarahi, ia tetap bersikukuh untuk melakukan aktivitas sendirian.

“Aku ke sana pas momen puasa, Subhanallah kan momennya. Aku yakin enggak akan nyasar, karena kan bisa nanya-nanya juga di sana walaupun bahasa Arabku belum lancar banget, tapi insya Allah aku yakin Allah lindungi,” ujarnya.

Selama di Makkah, dalam sehari tidak terhitung berapa kali ia dapat melaksanakan tawaf. Ia sangat senang dapat shalat di Hijr Ismail. “Walaupun di-bilang di sana itu agak riskan untuk perempuan sendiri, tapi aku cuek karena keyakinanku, dan Alhamdulillah enggak pernah diganggu sama siapa pun,” Ujarnya.

Begitupun ketika di Madinnah, melaksanakan shalat di Raudhah itu terbilang susah dan sangat padat. Namun, ia selalu mendapatkan kemudahan berkali-kali melaksanakan shalat di Raudhah. Pernah suatu ketika, ia sedang sangat khusyuk berdoa hingga menangis di Raudhah, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu berkebangsaaan Arab menghampirinya dan memberikannya dua gelang emas, tanpa bicara ibu itu langsung pergi. Dalam hatinya, Aisyah penasaran dan sangat senang.

“Ketika di Raudhah aku minta agar disegerakan menikah dan bertemu dengan jodohku, banyak juga kan cerita yang tiba-tiba lagi umrah ada yang melamar. Eh, tiba-tiba ibu itu kasih aku ini (menunjukan dua gelang emas), ya aku sempet ge’er apa itu mahar, dan harga emas Arab kan lumayan,” ujarnya.

Setelah itu, ia ke pasar untuk mengecek keaslian gelang emas itu, tapi ternyata gelang itu adalah gelang imitasi. Walau demikian, ia tidak kecewa dan tetap bersyukur masih ada yang memberikannya hadiah. Ketika di sana aku agak melenceng, kata dia, mataku sering jelalatan dan berharap ada ikhwan yang memerhatikan dan tiba-tiba melamar. "Tapi aku segera sadarkan diri kalau tujuanku adalah ibadah dan semoga saja ketika pulang ke Tanah Air doaku itu diijabah," katanya.


Redaktur : Muhammad Subarkah
Reporter : mgrol086