Gagal Urus Visa ke Eropa, Ersan Dapat Hadiah Umrah
Ahad , 15 January 2017, 22:34 WIB

mgrol86
Ersan Dandi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Banyak cara Allah mengundang hamba yang dipilih-Nya untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Ersan Dandi misalnya, laki-laki berusia 35 tahun ini, tidak pernah menyangka bisa melaksanakan ibadah umrah pada tahun 2014 lalu. Pasalnya, dia belum pernah menabung atau merencanakan perjalanan ibadah itu.

“Aku dulu pernah urus visa untuk ke Eropa dan Australi tapi tidak pernah di-approve. Waktu itu niatnya mau jalan-jalan sama teman-teman. Aku baru ingat aku dulu pernah ikrar seandainya aku ke luar negeri, negeri yang mau aku datangi lebih dulu itu Makkah. Masa belum ke Makkah sudah kemana-mana” ungkapnya, belum lama ini.

Setelah pengurusan visa yang tidak di-approve, ia tidak memiliki agenda apapun perjalanan ke luar negeri. Namun, Ersan justru mendapatkan undian dari perusahaan motor.

“waktu itu aku dapat undian, sebenarnya dari perusahaan motor tersebut memberangkatkan umrah 80 karyawannya. Entah kenapa waktu itu karyawan yang siap berangkat hanya 70 orang dan sisanya 10 konsumen salah satunya aku,” ungkap Ersan.

Pertama kali melihat ka’bah, ia merasa takjub. “Ketika disana aku merasa sangat lapang, merasakan perasaan pasrah dan ikhlas tidak memikirkan kerjaan atau apapun hanya khusyuk ibadah. Aku pun tidak ada niat apapun terlebih hajat duniawi yang kata orang bisa kita minta apa saja di tempat-tempat mustajab disana” ujarnya.

Ersan juga menceritakan, ketika di Masjid Nabawi ia merasa heran karena warna karpet ada semuanya merah dan hanya ada satu kotak yang berwarna hijau. Belakangan ia baru tahu kalau tempat itu adalah Raudhah.

Pada awal melaksanakan ibadah di Raudhah dan dia belum tahu tempat itu ia sangat mudah melaksanakan shalat sunnah beberapa raka’at di situ. “Setelah aku tahu bahwa kemarin aku shalat di Raudhah besoknya aku ke sana lagi, tapi malah aku gak bisa. Gak dapat space karena padat banget” ungkapnya.

Selain itu, ketika di Makam Rasulullah ia merasa takjub dan merasakan kecintaan pada Rasul terlebih kumandang shalawat dari para jama’ah. Di tempat ini ia melihat orang-orang di usir oleh petugas karena tidak boleh berlama-lama.

“Mungkin mereka di usir karena mereka berdiri sangat lama dan ada yang berdoa dengan mengankat tangan tinggi sampai ada yang bersujud, jadi terkesan syikir dan petugas mengusir mereka, tapi aku berdiri cukup lama di situ petugas tidak mengusir ku malah bersikap baik. Disitu aku mendapat kemudahan untuk menyampaikan shalawat kepada Rasul lebih lama dibanding yang lain,” ungkapnya.

Selama di Tanah Suci, ia menyampaikan bahwa jangan ada niat duniawi atau niat jahat. Ikhlaskan semua untuk ibadah. Ia sangat bersyukur karena ketika di Tanah Suci dimudahkan berbuat kebaikan kepada sesama.

Selama disana Ersan pun menceritakan setiap ia ingin makan atau membeli sesuatu selalu saja ada yang memberi apa yang dia inginkan, menurutnya mungkin itu balasan Allah untuknya karena hakikatnya sebagai manusia harus saling membantu kepada siapapun tanpa pandang bulu.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol86