Bertemu Sahabat yang Sakit di Tanah Suci
Senin , 16 Januari 2017, 12:44 WIB

Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi tradisi, sebelum berangkat haji, calon jamaah meminta maaf kepada kerabat.
Toni dan istri melaksanakan ibadah haji pada tahun 2013, sebelum berangkat haji ia mengunjungi sahabatnya yang sakit keras bermaksud untuk meminta maaf dan berpamitan kepada sahabatnya itu.

Alih-alih sahabatnya yang sakit itu mencurahkan keinginanya untuk ke Tanah Suci karena mereka punya impian untuk berangkat ibadah haji bersama-sama. Karena keterbatasan kesehatan dan dana sahabatnya itu gagal untuk berangkat.

Toni menceritakan, sahabatnya itu memiliki hati yang sangat baik dan sangat ikhlas. Saat Toni dan istri pamit sahabatnya menitip doa padanya agar diberikan kekuatan untuk menghadapi sakit yang dialaminya dan dapat melaksanakan haji.

“Saya bertanya pada dia kenapa tidak meminta diberi kesembuhan,  dia bilang dia bersyukur karena itu bisa menjadi pengugur dosanya. Cukup minta kekuatan aja dan bisa kesana” ungkap Toni.

Singkat cerita, Toni dan istri melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan tidak pernah lupa mendoakan sahabatnya tersebut. Suatu hari menuju Masjidil Haram hendak melaksanakan shalat Dhuha, Toni melihat sahabatnya tersebut berpakaian ihram namun Toni berlalu karena pikirnya mungkin itu hanya halusinasi karena ia selalu mendoakan sahabatnya itu selama ibadah di Tanah Suci.

Namun kejadian itu bukan hanya sekali, beberapa kali tapi ia hanya melihat sahabatnya hanya sekilas.  “Selesai melaksanakan Jumrah saya dan rombongan kembali, Istri saya cerita kepada saya bahwa dia melihat sahabat saya sedang melaksanakan jumrah juga tapi ketika istri saya mendekat untuk memastikan, sahabat saya tidak ada” ungkapnya.

Ketika di tanah air, Toni menceritakan kejadian tersebut kepada sahabatnya. Menanggapi itu, sahabatnya juga kaget dan menangis tidak percaya.

“Sahabat saya cerita, selama saya ibadah disana dia selalu berdoa dan membayangkan berada di Tanah Suci. Amalan dia tidak putus meskipun dia sedang sakit ia tetap shalat tahajud dan shalat sunnah lainnya, bahkan ketika sedang puncak di Arafah dia pun  berpuasa."

"Mungkin karena itu walau pun dia tidak ke sana tapi karena kerinduannya kepada Baitullah dan kekhusyukannya beribadah itu Allah ijabah doanya meskipun secara zhahir tidak disana tapi ibadahnya mencapai amalan Haji, Wallahu alam” tutupnya.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol86