Bersyahadat Ketika Melihat Ka'bah
Rabu , 18 January 2017, 15:26 WIB

Metaexistence.org
Ilmuwan Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibrahim bin Ahmad al-Khawwas ra berasal dari Samarra, dia sangat terkenal karena pengembaraan-pengembaraanya yang lama melintasi padang pasir. Menjadi kebiasaannya, setiap perjalanan hanya membawa satu kantong tempat minum (rikhwah) dan tongkat.

Ia juga tidak pernah membertitahukan kepada siapapun kemana tujuannya.  Pada suatu ketika, Ibrahim sedang beritikaf dan berzikir di dalam Masjid seperti biasanya. Tiba-tiba Abdul Hamid al-Aswad masuk ke dalam masjid.

Setelah beberapa saat, Ibrahim al-Khawwas bangun lalu mengambil rikhwah dan tongkatnya. Keluarlah ia dari masjid.

Abdul Hamid, yang sudah sejak lama menantikan kesempatan bertemu Ibrahim bertekad mengikutinya. Begitu awas, Abdul Hamid mengikuti jejak Ibrahim. Hingga sampailah, keduanya di Kawasan al-Qadisiyyah, perkampungan antara Baghdad dan Makkah.

Di situ tiba-tiba Ibrahim menoleh ke belakang dan bertanya, “Wahai Abdul Hamid, ke manakah tujuanmu?”

Selanjutnya Abdul Hamid al-Aswad bercerita,“Aku hanya ingin menjadi teman dalam perjalananmu.”

Ibrahim al-Khawwas berkata,“Aku akan pergi ke Makkah.” “Aku pun akan kesana bersamamu,” Jawab Abdul Hamid.

Kemudian, ada satu pemuda lagi yang mengikuti Ibrahim.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol86