Melihat Gambar Ka'bah, Mita Selalu Menangis
Selasa , 31 January 2017, 16:07 WIB

Musiron/Republika
Ka'bah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA  -- Mita tak menyangka berkesempatan ke Tanah Suci. Pasalnya, sehar-hari, Mita begitu kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi, ia tulang punggung kelurga.

Namun, Allah berkhendak lain. Kerja kerasnya membantu ekonomi keluarga terbayar luas. Kesempatan menunaikan haji merupakan hadiah yang begitu disyukurinya.

Alkisah, Mita yang bekerja di sebuah perusahaan swasta menghadiri acara ulang tahun tempatnya bekerja. Pada acara tersebut, panitia menyiapkan hadiah haji dan umrah.

“Saya sangat berharap bisa dapat hadiah itu, tapi saya merasa peluang itu sangat kecil karena karyawannya ada ribuan dan hadiah itu untuk 10 orang. sangat kecil kemungkinannya” ujar Mita saat berbincang dengan Republika.co.id belum lama ini.

Ketika diundi, muncul namanya sebagai pemenang hadiah haji. Mita pun sujud syukur.

Tahun 2008, Mita bersama pemenang lainnya melaksanakam ibadah haji. Tengadah tangah setiap Subuh agar diberikan kesempatan dikabulkan oleh Allah.

Air mata mita tumpah ketika melihat Kabah. Ia masih tak percaya apa yang dilihatnya. “Selama disana, hati saya merasa sangat tenang dan tidak terpikirkan urusan duniawi. Pokoknya fokus beribadah saja dan Alhamdulillah selalu mendapat kelancaran dari Allah” katanya.

Ada pengalaman menarik ketika Mita berada di Tanah Suci. Ia sempat terpisah dari rombongannya. Begitu panic hingga akhirnya ia hanya bisa pasrah.

“Saya pasrah dan meminta pada Allah agar memudahkan saya untuk kembali ke tempat saya bersama rombongan, baru beberapa detik saya meminta itu tiba-tiba ada yang menarik baju saya dari bawah. Ketika saya menoleh ke bawah tidak ada apa-apa, ketika saya menoleh ke samping ada teman saya yang tersenyum. Saya sangat kaget padahal rasanya tidak mungkin teman saya secepat itu berada disampiing saya” ujar Mita.

Selain  itu, ketika Mita dan teman-temannya berada di mal, mereka iseng membicarakan tentang tkw.Mereka bergumam tidak mungkin ada tkw di mal. Karena menurut mereka, tkw pasti ada di rumah mengurus majikannya.

 “Baru beberap menit saya dan teman-teman bercanda seperti itu tiba-tiba ada ibu-ibu mendekati meja kami, menanyakan kami dari Indonesia bukan? Dan dia bilang bahwa dia adalah tki yang berkerja di sini, kami saling berpandangan karena bingung tahu dari mana ibu-ibu ini kalau kami tadi membicarakan tentang TKI. Sejak saat itu kami tidak mau lagi berbicara sembarangan” kata Mita.

Selama 40 hari dia melaksanakan ibadah, hatinya merasa tenang. Sampai-sampai ketika dia kembali ke Indonesia dia tidak sadar bahwa ibadah haji telah usai, hatinya masih terus berada di Makkah.

“Saya baru tersadar ketika saya membaca koran bahwa ibadah saya di Tanah Suci sudah selesai, dan ada kehidupan lain selain di Tanah Suci. Saya sangat merasa wajar kalau orang yang sudah pernah ke Tanah Suci masih sering kembali kesana karena memang Tanah Suci itu ngangeni, sangaat tenang dan tenteram ketika disana, asalkan memang niat kita beribadah. Setelah dari Tanah Suci pun saya masih merasa rindu kesana dan Alhamdulillah selalu mendapat kemudahan beribadah. Wallahu a'lam” kata Mita.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol86