Penjual Sayur Asal Riau Berangkat Haji
Selasa , 15 August 2017, 01:10 WIB

Republika/ Wihdan Hidayat
Pedagang sayuran melayani pembeli di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Ahad (2/7).

IHRAM.CO.ID, PEKANBARU -- Saniyah Bidin Maate Binti Bidin Maate (75), yang sehari-hari berjualan sayur di Pasar Inpres Bangkinang, menyatakan syukur yang dalam karena cita-citanya untuk menunaikan haji dikabulkan Allah SWT.

"Pendapatan dari jualan sayur dikumpulkan sebesar belasan ribu, bahkan beberapa ribu saja setiap kali atau setiap bulan. Menabung sudah saya lakukan sejak puluhan tahun, Alhamdulillah saya mendapatkan nomor porsi 0400063547 dan nomor Paspor B6776891," kata Saniyah di Kampar, Senin (15/8).

Menurut lansia yang mempunyai empat orang anak (seorang laki-laki dan tiga orang perempuan ini) walau puluhan tahun sudah mengumpulkan uang, namun tidak ada sedikitpun rasa rugi jika uang tersebut dihabiskan untuk membiayai keberangkatan haji.

Bahkan Ibu Saniyah yang bertempat tinggal di Jalan Flamboyan RT 002/RW 001 itu merasa bahagia dan terharu sebab impian selama ini akhirnnya diizinkan Allah SWT untuk berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2017.

"Alhamdulillah, semoga saya bisa menunaikan ibadah haji sampai selesai, diberi kesehatan yang baik oleh Allah SWT," katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg mengatakan, menunaikan ibadah haji ini adalah hal yang sangat dicita-citakan oleh seluruh umat Islam, tak terkecuali, walaupun miskin atau kurang mampu.

"Jika niat sudah bulat, maka berbagai cara akan dilakukan walaupun puluhan tahun mengumpul uang dari hasil jerih payahnya agar bisa menunaikan ibadah haji," katanya

Alfian menilai, kesungguhan Ibu Saniyah luar biasa dan tidak pernah putus asa serta selalu yakin, hingga berhasil mengumpulkan uang dari jualan sayur itu. Ibu Saniyah telah membuktikan bahwa dia bisa berangkat ke tanah suci walaupun hanya sebagai penjual sayur.

Perjuangan Ibu Saniyah ini bisa menjadi inspirasi buat kaum muslim lainnya dan memotivasi untuk bisa menunaikan rukun Islam yang ke-5.

"Percayalah, kalau Allah SWT berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin, namun demikian memang diperlukan doa dan usaha. Semoga impian untuk menunaikan ibadah haji akan dikabulkan oleh Allah SWT," katanya.

Redaktur : Agung Sasongko
Sumber : Antara