Berburu Emas di Tanah Suci
Senin , 19 December 2016, 18:30 WIB

VOA
Emas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Emas ternyata merupakan komoditas yang populer di kalangan jamaah haji, khususnya wanita yang membelinya untuk oleh-oleh atau investasi. Emas memang jadi incaran kaum hawa saaat melaksanakan ibadah haji dan umrah. Sebab mereka berusaha menyempatkan diri untuk memburu emas untuk menambah koleksinya.

Para jamaah haji dari tempat-tempat yang lebih kecil dan tidak sekosmpolitan Makkah, juga merasa perhiasan emas di sana lebih murah, berkualitas lebih baik dan lebih detil daripada yang ada di negara mereka. Hal ini membuat Makkah sebuah pasar besar tahunan untuk logam mulia tersebut.

Harga emsa di Arab Saudi paling murah sekitar 120 riyal per gram. Harga perhiasan bukan berdasarkan beratnya saja, melainkan juga berdasarkan nilai keindahan desainnya. Semakin bagus desainnya, semakin mahal harganya, meskipun beratnya tidak terlalu besar.

Dilansir dari labbaik.id, Sebuah gelang artistik dengan berat 24 gram dari emas 21 karat dijual dengan harga 4.250 riyal atau sekitar 13 juta rupiah. Untuk cincin berbahan emas Dubai, rata-rata dijual dengan harga 400-450 riyal per dua gram dengan berat 22 karat, setara dengan 24 karat emas Indonesia.

Puluhan toko emas berjajar di luar lingkungan Masjidil Haram, tempat paling suci bagi umat Muslim. Rak dan jendela para penjula tampak berkilauan oleh berbagai macam perhiasan yang diukir dengan desain tradisional khas Timur Tengah dan India. Konon emas Saudi adalah  perhiasan yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Banyak orang membeli perhiasan itu dan mengatakan bahwa itu emas yang terberkati dari Makkah.

Sedangkan di Madinah, emas dijual dengan harga 108-110 SR per gram. Terdapat beberapa took di sekitar Masjid Nabawi yang mejual emas dengan beraneka model yang menarik. Penawaran antara pembeli jamaah Indonesia terlihat lancer karena para pedagang biasanya sangat fasih menyebutkan harga dalam bahasa Indonesia.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : mgrol84