Jamaah Haji, Waspadai Sengatan Panas
Senin , 31 July 2017, 13:05 WIB

Foto : MgRol_93
Ilustrasi Cuaca Ekstrim di Makkah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Penyakit Dalam Anna Uyainah mengatakan sengatan panas atau heat stroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.

"Suhu badan meningkat dengan cepat hingga 41 derajat celsius dalam 10 hingga 15 menit dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat,"jelas dia.

Heat Stroke dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian. Gejala terkena sengatan panas antara lain suhu badan lebih dari 39,5 derajat celsius. Kulit menjadi merah, panas dan kering, nadi cepat dan kuat, sakit kepala, pusing dan muntah.

Pencegahan sengatan panas

Bila Berada di Pondokan
1. Istirahat yang cukup
2. Berdiam dalam tempat sejuk dengan berada dalam ruangan ber Ac, water cooler, serta dapat menggunakan kipas angin untuk menambah rasa nyaman
3. Minum setiap hari lima hingga enam liter air atau satu gelas air setiap jam, jangan menunggu haus. Berguna menjaga keseimbangan cairan tubuh.
4. Hindari minuman yang terlalu manis dan terlalu dingin.Hindari minuman yang berakibat diuresis seperi kopi dan teh.
5. Makan makanan bergizi secara teratur dan pastikan tidak memakan makanan sudah basi dan berubah rasa. Makanlah buah-buahan yang segar dan banyak mengandung air seperti ketimun, jeruk, apel, pir, semangka, melon dan pisang.
6. Gunakan pakaian longgar berbahan katun. Sedapat mungkin berwarna putih atau cerah dan mudah menyerap keringat.
7. Periksa kesehatan secara rutin bagi risiko tinggi. Jamaah haji yang memiliki keluhan atau penyakit hipertensi (darah tinggi), diabetes (kencing manis), payah jantung (sesak napas dan kaki bengkak), penyakit saluran pernapasan (sesak, batuk lama), penyakit ginjal (bengkak dan sesak) serta gangguan perilaku (Sering lupa dan stres) harus memeriksakan kesehatan secara teratur di dokter sejak di tanah air dan selama di Arab Saudi.

Lakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolesterol secara berkala dan teratur.Jamaah haji harus minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter.

Jika ada obat-obatan pribadi agar dibawa di tas kecil yang telah disediakan dengan jumlah yang cukup untuk 45 hari. Jika lupa, segera lapor ke dokter kloter. Ceritakan dan sampaikan penyakit apa yang diderita jamaah haji.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Ratna Ajeng Tedjomukti