Lakukan Hal ini Agar tak Terpisah di Masjid al-Haram
Kamis , 10 August 2017, 00:06 WIB

Nashih Nashrullah Republika
Jamaah haji Indonesia sedang bersiap melakukan thawaf

IHRAM.CO.ID, MAKKAH-  Ribuan jamaah haji dari berbagai negara mulai memasuki Kota Makkah. Jamaah pun tampak memadati Masjid al-Haram, Makkah. Kepadatan tersebut sangat rawan menyebabkan jamaah terpisah dari rombongan.

Koordinator Konsultan Bimbingan Ibadah Haji PPIH daerah kerja (Daker) Makkah, Aswadi Syuhada Nuruddin memberikan tips agar jamaah mudah terpisah dari rombongan. Pertama, hendaknya ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) hendaknya menjaga anggotanya dan memastikan mereka berada dalam rombongan.

“Jika ada yang tertinggal harus bertanggungjawab menunggu,” kata dia di Kantor Daker Makkah, Rabu (9/8) petang waktu Arab Saudi (WAS) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah dari Makkah, Arab Saudi.

Kedua, jangan memaksakan shalat di Hijr Ismail atau langsung meminum air zamzam begitu menyelesaikan thawaf. Dia mengakui kedua amalan tersebut adalah sunat namun demi alasan efektivitas dan keselamatan jamaah, hendaknya tetap tidak memaksakan melaksanakan dua amalan tersebut. 

Ketiga, hendaknya membuat titik temu mengantisipasi terpisah dari rombongan selama prosesi thawaf. Biasanya yang sering terjadi, ketika jamaah thawaf bersama-sama saat permulaaan, namun di tengah perjalanan dan akhir thawaf, rombongan tersebut terpecah. Titik temu setelah thawaf bisa berada di belakang Maqam Ibrahim, atau lokasi garis sejajar lampu hijau di atas dinding yang menjadi penanda dimulainya thawaf. 

Sementara itu, Kepala PPIH Daker Makkah, Nasrullah Jasam menekankan bila jamaah terpisah dari rombongan jangan segan-segan untuk bertanya kepada petugas. Kenali petugas Indonesia dengan baik dengan atribut resmi. Para petugas standby dan berpatroli di Sektur Khusus Haram.”Intinya jamaah jangan segan-segan bertanya ke petugas,” kata dia.   

   

 

Redaktur : Nasih Nasrullah