Pemerintah Imbau Jamaah Haji Mandi Ihram di Embarkasi
Kamis , 10 Agustus 2017, 12:23 WIB

Istimewa/Media Center Haji
Jamaah haji asal Lampung yang tergabung dalam kloter JKG 14 beristirahat dengan menyelonjorkan kaki saat tiba tiba di Paviliun Haji Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Azis, Madinah, Arab Saudi, Jumat (4/8).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH-Pemerintah mengimbau jamaah haji yang gelombang kedua akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 12 Agustus 2017 hendaknya melakukan mandi dan persiapan ihram di embarkasi masing-masing. 

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Sri Ilham Lubis mengatakan, berbeda dengan gelombang satu yang tiba di Madinah, jamaah gelombang kedua akan mendarat di King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah.

Dari Jeddah, kata dia, jamaah lalu diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib yang menjadi rangkaian haji tamattu’. Pihaknya telah mengeluarkan edaran yang berisi imbauan agar jamaah mandi umrahnya di embarkasi. Edaran ini diterbitkan menyusul adanya larangan penumpukan jamaah dalam waktu lama dari otoritas bandara Jeddah.

“Bagi jamaah yang akan berangkat, diharapkan melakukan mandi umrah di embarkasi,” kata dia usai menyambut kedatangan jamaah haji dari Embarkasi JKS kloter 13 di Hotel Timaa Alsyisya, Makkah, Rabu (9/8) malam waktu Arab Saudi (WAS) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashi Nashrullah dari Makkah, Arab Saudi.   

Dia mengatakan, imbauan ini bertujuan agar ketika sampai di bandara Jeddah setelah pengecekan imigrasi dan bea cukai, jamaah dapat langsung niat umrah di bandara dan didorong ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Bila perempuan, setelah mandi umrah di embarkasi bisa langsung menggunakan ihram. Sedangkan bagi laki-laki, bisa berganti ihram di bandara sehingga mempercepat proses keluarnya dari bandara.  

Koordinator Konsultan Bimbingan Haji, Aswadi Syuhada Nuruddin mengingatkan miqat untuk berihram bagi para jamaah haji sangat krusial. Dia mengingatkan para petugas harus mewanti-wanti jamaah, terutama kalangan pria, supaya memastikan tata cara berihram mereka sudah sesuai.

Seperti tidak mengenakan pakaian-pakaian berjahit. ”Pastikan jamaah pria tidak memakai celana dalam atau kaus,” tutur dia sembari menjelaskan bahwa ketentuan ini agar wajib dan rukun haji terpenui sejak berihram. 

Dia menambahkan untuk jamaah haji gelombang kedua, pemakaian pakaian ihram boleh dilakukan sejak di embarkasi masing-masing, tetapi niatnya boleh dilaukan di pesawat, bahkan di Jeddah.

Sekalipun dia merekomendasikan agar jamaah haji gelombang kedua, berniat ihram jika nanti berada di Bendara King Abdul Aziz, Jeddah. Berniat di dalam bus akan memudahkan jamaah memperbanyak talbiyah yang merupakan sunat berumrah. “Biasanya kalau di pesawat karena satu dan lain hal sulit bertalbiyah,” papar guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu.  

 

Redaktur : Nasih Nasrullah