Mamah Dedeh Bagi Tips Tangkal Panas Dalam Saat Haji
Rabu , 23 August 2017, 15:35 WIB

Ustazah Mamah Dedeh.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menurut laporan Presidency of Meteorology and Environment (PME), telah terjadi peningkatan suhu ekstrim di sejumlah wilayah Arab Saudi hingga mencapai 50 derajat Celcius, terutama di provinsi bagian timur. Kondisi ini disebutkan akan berlangsung selama musim haji yaitu Agustus hingga Oktober. Suhu tinggi dipengaruhi oleh tekanan musiman di India yang diikuti oleh udara kering dan panas.

Kondisi ini akan berimbas pada cuaca di seluruh wilayah Arab Saudi, termasuk Madinah, Makkah, Riyadh dan Qassim yang diperkirakan akan mengalami angin kencang disertai debu pasir halus. Keadaan ini tentu tidak menguntungkan bagi para tamu Allah, terutama terkait masalah kesehatan. Untuk itu, Mamah Dedeh berpesan agar para jamaah mempersiapkan diri dengan lebih seksama untuk menghadapi persoalan ini.

“Yang pasti fisik dan mental harus prima karena kondisi disana pasti panas. Tapi saya yakin para jamaah sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari ini karena niatnya semata-mata beribadah karena panggilan Allah,” ujar Mamah Dedeh, yang juga duta produk Larutan Cap Kaki Tiga, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (23/8).

Berdasarkan pengalamannya, lanjutnya, akibat cuaca panas dan kelembapan yang rendah, kebanyakan jamaah mengalami sakit dan kelelahan. Gangguan kesehatan yang paling sering diderita jamaah adalah flu dan panas dalam, yaitu sekitar 98 persen.

“Cuma unta dan tiang listrik yang nggak kena flu di Arab,” ujar Mamah Dedeh.

Apalagi, lanjut Mamah Dedeh, prosesi ibadah haji yang mempertemukan banyak orang dari seluruh dunia, terutama saat beribadah di masjid, membuat virus mudah menular. Untuk mengatasi hal ini, Mamah Dedeh menganjurkan agar ke mana pun jemaah haji pergi sebaiknya selalu membawa payung, botol minum, masker dan semprotan air. Bila di luar ruangan, minum air minimal satu gelas setiap jam dan semprot wajah setiap 30 menit.

“Memang kalau di dalam dan di seputar Masjid Nabawi setiap lima meter ada keran air zam-zam yang siap diminum, tetapi jaga-jaga tetap bawa botol air minum sendiri biar nggak kehausan dan jadi panas dalam,” tuturnya.

Yang juga tak kalah penting, kata dia, bawa obat-obatan pribadi secukupnya agar ketika dibutuhkan bisa segera diminum. Banyak terjadi, karena kepanasan, penyakit bawaan jamaah dapat kambuh saat beribadah haji. “Jangan tergantung dengan petugas karena bisa jadi mereka tidak punya obat yang biasa dikonsumsi jamaah sehari-hari, apalagi persediaannya juga pasti terbatas,” tegas Mamah Dedeh.


Redaktur : Indira Rezkisari
Reporter : Desy Susilawati