PPATK Duga Ada Triliunan Rupiah di Rekening Bos First Travel
Ahad , 20 August 2017, 19:57 WIB

Republika/Rakhmawaty La'lang
Sejumlah korban kasus penipuan dana Umroh First Travel menujukkan bukti pembayarannya saat melakukan audiensi kepada perwakilan Komisi VIII dan Fraksi PPP di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/8).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengidentifikasi ada triliunan rupiah dalam rekening milik bos First Travel. Sedangkan, dalam dua rekening perusahaan hanya tersisa saldo Rp 1,3 juta dan Rp 1,5 juta.

Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae tidak menampik tim analisnya menemukan angka triliunan rupiah dalam jejak rekening milik bos First Travel. Namun, dia mengaku belum bisa memberikan keterangan secara terperinci sebelum melakukan pemeriksaan terhadap seluruh rekening yang ada.

"Ya angka itu (triliunan) bisa tercapai, tapi saya belum bisa detail karena harus memeriksa semua rekening terkait," ujarnya melalui pesan singkat pada Republika di Jakarta, Ahad (20/8). 

Dia juga mengatakan, tidak aneh kalau saldo milik perusahaan sekelas First Travel sangat minim. Sebab, banyak sekali uang yang ditarik dari rekening tersebut. "Ya tentu saja (wajar sisanya hanya jutaan) karena ditarik terus uangnya," ujar dia.

Dia pun menambahkan, tim analis juga sedang melakukan penelusuran ke mana saja mengalirnya uang dalam rekening tersebut. Dian menduga, uang dalam rekening perusahaan bukan hanya mengalir pada aset-aset yang dibeli, melainkan First Travel juga memiliki rekening penyimpanan lain untuk menampung uang tersebut.

"Kita akan telusuri aset-asetnya dan kemungkinan ada rekening penyimpanan (lain) yang terkait dengan First Travel. Kami harap akan bisa mengungkap kasus ini secara lengkap dan menyeluruh," kata dia.

Terakhir, dia juga menambahkan, manajemen keuangan First Travel sangat kurang baik. Sebab, kendati memiliki rekening perusahaan, bos perusahaan itu kerap menggunakan rekening pribadi. “Kami juga melihat kesemrawutan antara rekening pribadi dan rekening perusahaan," ungkapnya. 

Redaktur : Ratna Puspita
Reporter : Mabruroh