Asphurindo: Robohnya Crane Masjidil Haram Itu Murni Musibah
Rabu , 25 October 2017, 16:02 WIB

Raja Salman meninjau lokasi jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, pada 11 September 2015. (Reuters/Bandar al-Jaloud/Saudi Royal Court)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), Syam Resfiadi mengatakan musibah robohnya crane di Masjidil Haram pada tahun 2015, tak bisa ditolak dan dihindari. Bahkan, kalaupun itu hanya bisa ditunda, maka ini pun akan terjadi atas kehendak Allah Swt.

“Dari pengamatan saya,  musibah crane di Masjidil Haram di saat musim dua tahun lalu adalah murni dikarenakan cuaca yang berubah secara tiba-tiba menjadi badai hujan angin yang sangat kencang kencang. Saya melihat langsung  kejadian  karena saat itu saya berada dekat lokasi kejadin, yakni di Hotel Darut Tawhid Intercontinental,’’ kata Syam Resfiadi, di Jakarta, (25/10).

Menurut  Syam, memang saat itu ada dilema di mana banyak jatuh korban jiwa dan cacat badan akibat jatuhnya crane tersebut. Namun, pihak siapa yang mau disalahkan dalam hal ini karena peristiwa itu begitu cepat terjadi dan tidak bisa diduga sama sekali.

Maka, lanjutnya, bila ada ucapan janji dari Raja Salman untuk memberi tunjuangan kematian dan cacat badan kepada keluarga Korban yang banyak dari Indonesia merupakan sesuatu yang wajar. Dan itu memang ucapan spontan dari beliau ketika  merespons musibah tersebut.

“Nah, terlepas dari  ucapan dan janji dari raja Salman, pemerintah kita juga harus sudah bergerak menyantuni karena mempunyai asuransi dari setiap jamaah Haji Indonesia. Dan saya berharap  santunan dari asuransi ini juga telah diberikan Dan bila saja sudah direalisasikan maka cukup sudah untuk tidak menagih lagi kepihak lain. Dan kepada korban yang  wafat  kita doakan semoga Allah Swt mengampuni dosanya dan diberi tempat yang terbaik sesuai amalannya,’’ kata Syam Resfiadi.

Redaktur : Muhammad Subarkah
BERITA TERKAIT